Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IG Live Rakyat Merdeka Bersama Al Busyra Basnur, Duta Besar RI di Ethiopia
Bangkit, Ethiopia Sudah Diperhitungkan di Afrika
Sabtu, 6 Juni 2020 05:34 WIB
Sebelumnya
Saat ini, lanjutnya, penduduk Ethiopia berjumlah 112 juta. Nomor dua terbesar di Afrika setelah Nigeria. Fakta itu jadi salah satu alasan bahwa negara itu bisa jadi pasar yang strategis untuk produk-produk Indonesia. Dan, hingga kini memang sudah ada beberapa produk yang cukup dikenal. Bahkan sudah membangun pabrik di Ethiopia.
Lockdown Ketat
Baca juga : Supremasi Kulit Putih dan Wabah Corona Jadi Isu Penentu Pilpres AS
Sama seperti Indonesia dan negara lain di dunia, Ethiopia juga terdampak pandemi Covid-19. Negara itu pun memberlakukan kebijakan karantina wilayah alias lockdown. Bahkan, lockdown di negara itu terbilang ketat. Aparat tak segan bertindak tegas terhadap pelanggar. Sejauh ini, sudah ada sekitar 2.800 warga yang ditahan. Kebanyakan karena melanggar protokol kesehatan.
“Dan dari 2.800 itu tidak ada WNI. Saya selalu mengimbau agar WNI mengikuti aturan pemerintah Ethiopia,” jelasnya.
Baca juga : Unisba Blitar Bidik Potensi Investasi Ethiopia dan Afrika
Gara-gara lockdown itu juga, sejumlah kegiatan masyarakat terganggu. Termasuk perayaan Idul Fitri. Khususnya di wilayah KBRI Addis Ababa. Al menuturkan, Idul Fitri tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Termasuk yang mengikuti shalat Id di kediamannya.
“Biasanya saya undang WNI. Tapi, kali ini cuma staf KBRI dan keluarganya saja. Karena kita patuh aturan pemerintah Ethiopia,” katanya.
Baca juga : Dubes Al Busyra Imbau WNI di Ethiopia Waspadai Virus Corona
Ia bilang, WNI yang tinggal di Addis Ababa sedikit. Hanya sekitar 40 orang dari jumlah keseluruhan di Ethiopia sebanyak 190. Sebanyak 140 WNI lainnya tinggal dan bekerja di kota industri Hawasa. Jaraknya sekitar 200 km dari Addis Ababa.
“Jadi yang tinggal di Addis Ababa cuma 40 orang. Dan yang ikut sholat di KBRI cuma 20-30 orang,” katanya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya