Dark/Light Mode

Di Hari Raya Idul Adha

WNI Menahan Tangis di Ethiopia

Jumat, 31 Juli 2020 17:39 WIB
Pelaksanaan shalat Idul Adha di KBRI Addis Ababa, Ethiopia dilakukan secara terbatas, karena pelaksanaan protokol kesehatan di masa wabah Covid-19. Jumlah warga Indonesia yang menunaikan shalat Idul Adha hanya sekitar 20 orang, dengan imam dan khatib Ustaz Afan Gaffar. (Foto: KBRI Addis Ababa)
Pelaksanaan shalat Idul Adha di KBRI Addis Ababa, Ethiopia dilakukan secara terbatas, karena pelaksanaan protokol kesehatan di masa wabah Covid-19. Jumlah warga Indonesia yang menunaikan shalat Idul Adha hanya sekitar 20 orang, dengan imam dan khatib Ustaz Afan Gaffar. (Foto: KBRI Addis Ababa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat hari raya Idul Adha 1441 H di Ethiopia yang jatuh pada Jumat, 31 Juli 2020, perasaan masyarakat muslim Indonesia yang bekerja di Ethiopia terasa bercampur aduk. Merasa bahagia karena bisa merayakan hari raya bersama. Tapi juga merasa sedih dan harus menahan tangis, karena jauh dari orang tua dan keluarga.

Hal itu dikatakan oleh Ina Agustin yang bekerja di Century Garments PLC, perusahaan Indonesia di Hawassa Industrial Park, 270 km selatan kota Addis Ababa. Perasaan yang sama juga dirasakan masyarakat Indonesia yang lain di Ethiopia.

Berita Terkait : Duta Besar Al Busyra Basnur Luncurkan Buku “ETHIOPIA”

Lebih lanjut, kepada masyarakat Indonesia yang sedang bekerja di luar negeri, Ina berpesan agar jangan menangis dan tetap semangat. Karena Lebaran memang tak selalu bisa dirayakan bersama keluarga di Tanah Air.

“Untuk masyarakat Indonesia di dalam negeri, saya berpesan, tidak usah pergi kemana-mana jika tidak sangat diperlukan. Kita harus mematuhi protokol Covid-19,” tambah Ina sebagaimana disampaikannya dalam pembicaraan melalui telepon dengan Duta Besar Al Busyra Basnur di Addis Ababa.

Berita Terkait : Dua Petinggi Kemlu Ethiopia, Tanam Pohon di KBRI Addis Ababa

Perayaan Idul Adha tahun ini oleh masyarakat Indonesia di Ethiopia memang berbeda dari perayaan yang sama tahun sebelumnya karena pandemic Covid-19. Namun kondisi ini tidak mengurangi kekhusukan perayaan.

“Tahun lalu, shalat Idul Adha bersama dan ramah tamah dengan masyarakat Indonesia diselenggarakan di KBRI. Tahun ini tidak, karena kami harus mematuhi protokol Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah setempat. Kami melakukan shalat secara terbatas dengan staf KBRI saja,” kata Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika, Al Busyra Basnur.

Baca Juga : Pandemi Belum Reda, Wakil Wali Kota Bekasi Ingatkan Warganya Agar Ekstra Waspada

Di KBRI Addis Ababa jumlah warga Indonesia yang menunaikan shalat Idul Adha sekitar 20 orang dengan imam dan khatib Ustaz Afan Gaffar. Sementara di Hawassa sekitar 50 orang, yaitu pegawai perusahaan Century Garments PLS, dengan imam Ustaz Ahmad dan khatib Ustaz Usman. Masyarakat Indonesia di Ethiopia saat ini berjumlah sekitar 140 orang.

Usai shalat, panitia penyelenggara perayaan Idul Adha di KBRI Addis Ababa memotong hewan kurban masing-masing 1 ekor sapi dan 7 ekor kambing. Sedangkan masyarakat Indonesia di Hawassa memotong seekor sapi. (RUS)