Dark/Light Mode

Soal Wabah Covid-19

Warga Korsel Lebih Percaya Info Pemerintah Daripada Spekulasi

Selasa, 4 Agustus 2020 22:17 WIB
Klip film My Secret, Terrius, yang membahas soal virus corona.
Klip film My Secret, Terrius, yang membahas soal virus corona.

RM.id  Rakyat Merdeka - Asal mula wabah Covid-19 yang disebabkan virus SARS-Cov-2, hingga kini masih simpang siur. Bahkan, banyak spekulasi yang menyebut virus itu sebagai senjata biologis.

Spekulasi itu salah satunya terinspirasi dari serial drama berjudul My Secret, Terrius, atau Terius Behind Me. Kendati demikian, spekulasi itu ternyata tak berkembang di negeri asal drama itu, Korea Selatan.

Di awal-awal wabah Covid-19 muncul di Korea Selatan, medio Februari lalu, memang sempat ada macam-macam hoaks yang tidak diketahui kebenarannya.

Berita Terkait : Korsel Nggak Berlakukan Lockdown

"Tapi setelah informasi yang disampaikan pemerintah, kabar tersebut hilang dengan sendirinya," kata Dubes RI untuk Korea Selatan Umar Hadi, dalam acara RMInsight, Negeri K-Pop Kelimpungan Tangkis Resesi, Selasa siang (4/8).

Menurut Umar, ada kepercayaan yang begitu besar dari masyarakat ke pemerintah. Sehingga, diskursus mengenai senjata biologi di Korea Selatan praktis tidak berkembang. Karena, sejauh ini, memang ada transparansi informasi dari pemerintah Korea Selatan.

"Dan selalu ada ruang-ruang komunikasi bagi masyarakat dari pemerintahnya," terangnya. Ruang-ruang komunikasi itu, lanjut Umar, dipenuhi dengan informasi yang edukatif. Dan informasi itu semuanya disampaikan melalui satu media, yakni pemerintah.

Berita Terkait : Lawan Covid-19, Vietnam Kembangkan Vaksin dan Bikin Alat Tes Kilat

Sebelumnya, dalam cuplikan adegan drama itu disebutkan mengenai keberadaan virus corona. Cuplikan itu menggambarkan seorang dokter yang sedang menerangkan gejala dari virus corona. Yang dalam drama ini dikisahkan sebagai senjata biologis.

"Kita harus lebih banyak melakukan penelitian. Tapi ini kelihatannya seperti virus corona mutan," kata dokter di drama ini.

Dokter ini kemudian menerangkan, virus corona ini langsung menyerang paru-paru dan memiliki tingkat kematian lebih dari 90 persen. Masa inkubasinya adalah 2-14 hari, serta belum ada vaksin dan obat yang tersedia.[PYB]