Dark/Light Mode

UEA Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

Rakyat Palestina Merasa Ditusuk Dari Belakang..

Sabtu, 15 Agustus 2020 07:48 WIB
UEA Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel Rakyat Palestina Merasa Ditusuk Dari Belakang..

 Sebelumnya 
Perjanjian yang dikenal sebagai Abraham Accord, juga memberi Trump pencapaian kebijakan luar negeri di tengah upayanya bertarung di Pilpres AS, 3 November mendatang. Di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan kesepakatan serupa sedang dibahas dengan negara-negara lain di kawasan itu.

Trump mengatakan, perjanjian itu menyatukan dua mitra terdekat dan paling cakap AS. Hal ini juga mewakili langkah signifikan untuk membangun Timur Tengah yang lebih damai, aman, dan sejahtera.UEA mengatakan akan tetap menjadi pendukung kuat rakyat Palestina.

Mereka berharap Palestina bisa menciptakan negara merdeka, dengan wilayah meliputi Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur. Kesepakatan itu juga bisa menjadi nilai plus untuk Netanyahu, yang saat ini tengah diadili atas tuduhan korupsi. Selain itu, popularitasnya di dalam negeri juga tengah menurun karena penanganannya terhadap pandemi Covid@19.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Netanyahu mengatakan kesepakatan itu akan mengarah pada “Perdamaian penuh dan formal” dengan UEA. Dan menyuarakan harapan bahwa negaranegara lain di kawasan itu akan mengikuti. Itu juga berarti menyetujui permintaan dari Trump untuk menangguhkan aneksasi Tepi Barat.

Baca juga : Agar Palestina Nggak Dicaplok, UEA Dipaksa Buka Hubungan Diplomatik Dengan Israel

“Ini adalah momen yang sangat menyenangkan, momen bersejarah untuk perdamaian di Timur Tengah,” kata Netanyahu.

Di sisi lain, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, menolak kesepakatan tersebut. Juru bicara Presiden Abbas, Abu Rudeineh yang membaca pernyataan itu di Ramallah di Tepi Barat, mengatakan, itu adalah pengkhianatan terhadap Yerusalem dan Al Aqsa, (salah satu kota dan masjid suci umat Muslim) dan perjuangan Palestina.

Di Gaza, juru bicara kelompok Hamas Fawzi Barhoum me ngatakan, hal ini adalah tusukan di belakang perjuangan Palestina. “Dan itu hanya akan memfasilitasi pendudukan Israel,” kecamnya.

Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayed mengatakan, perjanjian itu akan menghentikan aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina. Selama ini, Israel menunggu lampu hijau dari Washington untuk hal tersebut.

Baca juga : Israel Kembali Serang Markas Hamas di Gaza

Pejabat senior UEA Anwar Gargash mengatakan, kesepakatan itu membantu meredakan apa yang disebutnya bom waktu. Dia juga mendesak Israel dan Palestina untuk kembali ke meja perundingan.Lebih lanjut, utusan khusus Trump, Brian Hook, menyebut perjanjian itu sebagai mimpi buruk bagi Iran. Seorang pejabat Iran mengatakan, perjanjian itu tidak akan menjamin perdamaian di kawasan itu.

Dalam sebuah unggahan di media sosial, Hossein Amir Abdollahian, penasihat khusus ketua parlemen Iran mengatakan, perilaku UEA tidak dapat dibenarkan. “Itu sebagai kebalikan dari perjuangan Palestina. Dengan kesalahan strategis itu, UAE akan diliputi api Zionisme,” tulis Abdollahian.

Iran dan Israel adalah musuh bebuyutan. Israel sangat prihatin dengan dugaan upaya Iran untuk mengembangkan senjata nuklir, yang telah dibantah Teheran. Iran juga terlibat dalam perang proksi dengan Suriah hingga Yaman.

Sementara, UEA telah menjadi anggota utama koalisi pimpinan Saudi yang menentang pasukan sekutu Iran di sana.Dengan populasi kurang dari 10 juta dan memiliki ekonomi terbesar kedua di dunia di wilayah Arab berkat minyak, UEA telah mengerahkan sebagian besar pengaruh komersial dan militer selama dua dekade terakhir untuk menghadapi militan Islam dan pengaruh Iran.

Baca juga : Dewan Kota Bandung Prihatin Maraknya Prostitusi Anak Di Bawah Umur

Delegasi dari Israel dan Uni Emirat Arab akan bertemu dalam beberapa pekan mendatang untuk menandatangani perjanjian mengenai investasi, pariwisata, penerbangan langsung, keamanan, telekomunikasi dan masalah lainnya, kata pernyataan bersama itu.

Presiden Trump menambahkan, sebelumnya semua orang mengatakan ini tidak mungkin. “Tapi, sekarang es telah mencair. Saya berharap lebih banyak negara Arab dan Muslim akan mengikuti jejak UEA. Dan hal ini sudah dibahas dengan negaranegara lain di kawasan,” ujar Trump. [PYB]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.