Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Konferensi tingkat tinggi (KTT) antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un gagal total alias gatot. Tanpa ada Kesepakatan denuklirisasi. Trump ogah disalahin. Dia mulai mencari kambing hitam. Trump menyasar kelompok oposisi sebagai biang kerok kegagalan. Pasalnya, di hari yang sama digelarnya KTT Hanoi, Vietnam 27-28 Februari, Partai Demokrat justru mencecar mantan pengacara Trump, Michael Cohen di Dewan Perwakilan Amerika Serikat.
Menggunakan hak bertanya, Demo- krat seolah-olah mencari kesalahan Trump lewat Cohen. Dalam sesi itu, Cohen mengakui adanya pembayaran uang tutup mulut bagi sejumlah bintang porno yang memiliki hubungan gelap dengan Trump. Parlemen, menurut Trump, telah menjatuhkan wibawa Presiden AS yang tengah berdiplomasi dengan Korut.
Baca juga : Pertemuan Kim Dan Trump Tanpa Hasil
“Keputusan Demokrat menggelar sidang terbuka terhadap pembohong dan penipu di saat yang sama ketika pertemuan nuklir dengan Korut adalah titik terendah baru dalam politik Amerika yang mungkin berkontribusi terhadap ‘kepergian,” kata Trump melalui Twitter seperti dilansir CNN, kemarin.
Melalui kutipan tersebut, Trump merujuk pada keputusannya meninggalkan perundingan dengan Kim Jong-un pekan lalu karena tidak ada kesepakatan dua belah pihak. Amerika mau Korut denuklirisasi total, Sementara Korut mau menuruti asalkan Amerika mencabut seluruh sanksi ekonomi.
Baca juga : Awali Pertemuan Dengan Dinner, Trump-Kim Disuguhi Makanan Korea
Pertemuan gagal, keduanya tidak ada yang mengalah. Padahal, kata Trump, dia telah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai KTT dengan Kim Jong-un. Soal kesaksian Cohen, Trump jengkel. Bagaimana tidak, pertanyaan seputar itu muncul dari media saat dirinya sedang melakukan pertemuan dengan Kim Jong-un. Ditanya tentang kesaksian Cohen, Trump mengatakan segala tuduhan itu tidak benar.
“Saya mencoba menontonnya. Saya tidak bisa menonton banyak karena saya sedikit sibuk, tapi saya pikir menggelar sidang palsu seperti itu di tengah pertemuan sangat pen- ting seperti ini adalah keputusan yang sangat buruk,” tegasnya.
Baca juga : Tiba Di Vietnam, Kim Jong-un Jalan Di Karpet Merah
Di Amerika, tidak semua menyebut Trump gagal total. Ada yang meng- hargai upayanya dan menyebut ini bukan kegagalan. Trump dibela Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton. Bolton menolak jika itu disebut kegagalan. Dia memuji Trump sudah melakukan keberhasilan diplomatik.
“Keberhasilan disini dapat didefini- sikan sebagai Presiden yang melin- dungi dan mengutamakan kepentingan nasional rakyat Amerika,” ujarnya dikutip AFP, kemarin. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya