Dark/Light Mode

Ngeri Lonjakan Covid Di Musim Libur Imlek, Korsel Perpanjang Aturan Jaga Jarak

Minggu, 31 Januari 2021 17:44 WIB
Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun (Foto: Yonhap)
Perdana Menteri Korea Selatan Chung Sye-kyun (Foto: Yonhap)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Korea Selatan memperpanjang aturan ketat jaga jarak selama dua pekan, hingga akhir masa libur Tahun Baru Imlek yang dimulai pada 11 Februari mendatang. Restoran tetap tak boleh buka, selepas jam 9 malam. Begitu pula kumpul-kumpul lebih dari 4 orang. Masih haram.

Langkah ini ditempuh, untuk menekan laju penyebaran varian Covid baru di negara tersebut. Menyusul munculnya klaster Covid dari sekolah pelatihan misionaris di seluruh negeri, dengan 379 kasus baru, yang terdeteksi pada pekan lalu. Klaster baru itu membalikkan tren jumlah kasus harian, yang belakangan ini cenderung turun. 

Berita Terkait : Inggris Tutup Pintu Buat Pelancong Dari Amerika Serikat dan Portugal

"Pemerintah memperpanjang aturan jaga jarak di level tertinggi, dan tetap menguatkan standar pencegahan virus, sampai libur Tahun Baru Imlek berakhir," kata Perdana Menteri Korea Chung Sye-kyun seperti dikutip Reuters, Minggu (30/1).

"Gelombang tiga Covid yang sementara ini melambat, kembali mengancam kehidupan kita, menyusul kasus infeksi dari klaster misionaris," imbuhnya.

Baca Juga : Firli Bahuri: Sejak Lama KPK Diisi Orang-Orang Berkarakter Nahdliyin

Chung menegaskan, lonjakan kasus positif Covid tersebut harus diredam semaksimal mungkin, untuk menjaga kampanye vaksinasi tetap berjalan lancar. Apalagi, pada Februari dan Maret 2021, sekolah-sekolah di Korea Selatan telah mulai menjalani semester musim semi. "Keputusan ini sangat tidak mudah," kata Chung.

Sebanyak 117 ribu dosis vaksin Pfizer yang diperkirakan cukup untuk 60 ribu orang, akan tiba di Korea Selatan pada pertengahan Februari 2021, lewat skema distribusi global COVAX.

Baca Juga : Bantah Pengacara Nurhadi, KPK: Sengaja Menggiring Opini Publik

Melalui COVAX pula, AstraZeneca akan mengirim vaksin Covid untuk 300 ribu orang mulai Februari 2021. Vaksin gelombang pertama, akan datang dalam jumlah 1,3 juta dosis, dan akan mencapai 2,19 juta dosis pada paruh pertama tahun ini.

Badan Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan (KDCA) menyebutkan, jumlah kasus baru di Negeri Ginseng pada Sabtu (30/1) tengah malam, mencapai 355 kasus. Untuk pertama kalinya, jumlah kasus baru ini turun di bawah angka 400, dalam lima hari terakhir. Namun, dengan jumlah pengetesan yang lebih sedikit, pada akhir pekan. [HES]