Dark/Light Mode

Tak Mau Kasih Sanksi Lagi, Trump Mulai Sayang Korut

Minggu, 31 Maret 2019 11:15 WIB
Donald Trump Dan Kim Jong-un
Donald Trump Dan Kim Jong-un

RM.id  Rakyat Merdeka - Benci jadi cinta. Ungkapan ini rasanya cocok menggambarkan hu- bungan Amerika Serikat-Korut. Pre- siden Donald Trump mulai sayang dengan Kim Jong-un. Trump, tak mau memberi sanksi lagi kepada Korut.

Pengumuman mengejutkan ini pertama kali disampaikan Trump melalui cuitan di akun Twitternya akhir pekan lalu. Dia menyebut, Amerika membatalkan sanksi terbaru yang akan dijatuhkan pada Korut. Padahal, sebelumnya Departemen Keuangan Amerika Serikat sudah merencanakan sanksi itu dengan matang. Cuitan Trump hanya satu hari setelah penasihat keamanan nasionalnya menggembar-gemborkan sanksi tambahan sebagai tindakan penting.

“Sudah diumumkan hari ini oleh Departemen Keuangan Amerika bahwa sanksi tambahan skala besar yang akan ditambahkan ke Korut. Hari ini, saya perintahkan penarikan sanksi tambahan itu!” kata Trump dalam akun Twitter-nya, dikutip Minggu (24/3).

Baca juga : Batalkan Sanksi, Trump : Korut Sudah Menderita

Soal pembatalan, Trump beralasan, negara Pimpinan Kim Jong-un itu sudah menderita. “Mereka sangat menderita di Korut. Mereka mengalami kesulitan. Saya berpikir sanksi tambahan saat ini tidak diperlukan. Bukan berarti saya tidak menjatuhkannya nanti, tapi saya berpikir sanksi tambahan pada saat ini tidak diperlukan,” beber Trump di Florida, seperti dikutip dari AFP, kemarin.

Februari lalu, Trump untuk kedua kalinya bertemu Kim Jong-un dalam KTT di Vietnam. Pertemuan keduanya tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Namun Trump bilang, hubungannya dengan Jong-un tetap baik. Malahan, sangat baik.

“Kami saling memahami. Saya pikir sangat penting Anda mempertahankan hubungan ini selama Anda bisa,” imbuh Trump.

Baca juga : Hamil 5 Bulan Masih Jalan Cepat

Sekretaris Pers Gedung Putih, Sa- rah Huckabee Sanders mengatakan, alasan itu disebabkan karena Trump menyukai Jong-un. “Presiden Trump menyukai Pemimpin Kim dan dia berpikir sanksi ini tidak diperlukan,” ujar Sander dilansir dari CNBC.

Pengumuman Trump itu mendapat kecaman dari Ketua Komite Intelijen House of Representatives Adam Schiff, politisi dari Partai Demokrat.

Dalam kicauannya, Schiff menyebut keputusan itu tindakan naif dan bodoh. “Ketidakmampuan dan kekacauan di Gedung Putih membuatnya semakin buruk,” kritiknya.

Baca juga : Masih Ada Oknum BPN Palak Warga Yang Urus Sertipikat

Selain Schiff, Penasihat Keamanan Nasional John Bolton juga bersikukuh bahwa sanksi untuk menekan negara komunis itu masih dipandang penting.

“Setiap pihak harus memperhatikan aktivitas mereka untuk memastikan tidak terlibat dalam perdagangan dengan Korut,” tegas Bolton di Twitter.

Sanksi ini tadinya akan diberikan ke Korut karena dua perusahaan China dituduh membantu negara terisolasi itu menghindari sanksi internasional yang ketat. Sanksi-sanksi tersebut diberikan untuk menekan Pyongyang mengakhiri program senjata nuklirnya. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.