Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Chelsea Vs Tottenham Hotspur, Derby Sarat Kepentingan
- Moto3 Australia, Veda Ogah Ngotot Di Phillip Island
- KBRI Paris Minta WNI Waspadai Demo Lanjutan di Prancis: Perhatikan Jam Malam
- Polda Metro Ciduk Dua Tersangka Pengiriman 26 Jeriken Merkuri Ke Burkina Faso
Mau Deportasi Pengungsi Myanmar
Malaysia Bikin Deg-degan Masyarakat Internasional
Sabtu, 20 Februari 2021 05:20 WIB
Sebelumnya
Sejumlah organisasi internasional mendesak UNHCR untuk menghentikan langkah Malaysia. Amnesty International menganggap, kepulangan para pencari suaka ke negara mereka justru berbahaya. Mereka menyatakan keprihatinan atas keselamatan pengungsi Myanmar setelah kudeta militer.
“Tidak ada yang bisa menjamin keselamatan mereka di bawah kepemimpinan junta saat ini,” bunyi pernyataan Amnesty International, Kamis (18/2).
UNHCR mengatakan, pihak berwenang Malaysia belum memberitahukan tentang deportasi tersebut. UNHCR khawatir, bahwa sejumlah dari mereka yang ditahan mungkin memerlukan perlindungan internasional, termasuk wanita dan anak-anak yang rentan.
Menanggapi soal nasib pengungsi Myanmar ini, Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana menyatakan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan Indonesia.
Baca juga : Malaysia Beli 2 Ribu Ton Per Bulan Limbah Sawit Indonesia
Dia memaparkan, Malaysia dan Indonesia perlu mengimbau Myanmar untuk mengubah kebijakannya yang mendiskriminasi kaum Rohingya dan etnis minoritas lain, yang menjadi faktor penyebab mereka melarikan diri dari negara itu.
“Badan pengungsi PBB, UNHCR secara khusus berperan aktif dalam penanganan pengungsi Rohingya dan tidak membiarkan masalah ini ditangani oleh negara-negara yang menampung etnis Rohingya saja,” ujar Hikmahanto saat dihubungi, kemarin.
Baca juga : Teratas, Gundogan Yakin Man City Juara Liga Inggris
Dia juga meminta Indonesia untuk mengusulkan, agar ada tempat penampungan khusus bagi pengungsi dan imigran gelap. “Indonesia bisa menawarkan salah satu pulau tidak berpenghuni seperti Pulau Galang. Namun, pembangunan infrastruktur dan suplai kebutuhan hidup dibiayai negara-negara lain seperti Malaysia Thailand dan lembaga internasional seperti PBB,” jelasnya.
Menurutnya, masalah gelombang pencari suaka dari Myanmar jangan hanya mengandalkan satu negara saja sebagai pengurus. “Ini masalah yang harusnya ditangani negara ASEAN, bersama-sama,” tandasnya. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya