Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- 2 Kemenangan Beruntun, PSM Makin Pede di BRI Super League
- Petaka Menit Ke-90, Persib Tumbang di Markas Madura United
- Juventus Vs Rennes Berakhir Imbang, Gol Kemenangan Dianulir VAR
- Debut di Asian Para Games 2026, Abdil Majid Langsung Sabet Emas
- AC Milan Dibantai Bournemouth, Maignan Kena Kartu Merah
Kelimpungan Penuhi Stok Di Dalam Negeri
Awalnya Jadi Eksportir, Kini India Impor Vaksin...
Sabtu, 17 April 2021 05:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah memberikan dan menjual puluhan juta dosis vaksin Covid- 19 ke luar negeri, India kini kekurangan pasokan vaksin di tengah melonjaknya jumlah kasus positif Corona.
Pada Kamis (15/4), India mencatatkan penularan tertinggi sebanyak 200 ribu kasus dalam 24 jam. Kini India kelimpungan memenuhi permintaan vaksin di negara berpenduduk terbesar kedua di dunia ini.
Baca juga : Menteri Sandi Ajak WNI Cintai Pariwisata Lokal
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) India membuat kebijakan yang mempercepat izin penggunaan seluruh vaksin yang sudah mendapat persetujuan dari World Health Organization (WHO), Amerika Serikat (AS), Eropa, Inggris atau Jepang.
“Jika regulator-regulator itu sudah menyetujui suatu vaksin, maka vaksin itu bisa dibawa ke negara kami untuk digunakan, diproduksi dan mengisi kekosongan,” kata salah satu pejabat Kemenkes India, Vinod Kumar Paul, dikutip dari Reuters, kemarin.
Baca juga : Kemenhub Perpanjang Penerapan Prokes Perjalanan Dalam Negeri dan Internasional
Pihaknya berharap, dan mengundang produsen vaksin, seperti Pfizer, Moderna, Johnson & Johnson, dan lainnya secepatnya datang ke India.
Kemenkes India pun mengimpor vaksin Sputnik V Rusia mulai bulan ini untuk 125 juta orang.
Baca juga : Selesaikan Pandemi, Menteri Sandi Ajak Insan Pariwisata Ikut Vaksinasi
Perubahan situasi India ini bukan hanya merugikan upaya vaksinasi global, tapi juga vaksinasi domestik di Negeri Gangga.
India merupakan produsen dan pengekspor vaksin Covid-19 terbesar di dunia. Serum Institute of India (SII) menjadi tumpuan utama program Covax, fasilitas vaksin untuk semua negara yang dipelopori Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya