Dark/Light Mode

Gegara Covid-19, Banyak Warga Jepang Meninggal Di Rumah

Selasa, 11 Mei 2021 14:02 WIB
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, saat melakukan vaksinasi di Tokyo. [Foto: Kyodo/AP]
Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, saat melakukan vaksinasi di Tokyo. [Foto: Kyodo/AP]

RM.id  Rakyat Merdeka - Besarnya laju penularan virus Corona di Negeri Sakura membuat fasilitas kesehatan di sana kewalahan. Hal ini menyebabkan banyak suspect Covid-19 harus melakulan isolasi mandiri, tanpa mendapatkan penanganan medis yang memadai.

Langkah ini ternyata meningkatkan angka kematian di rumah akibat Covid-19 di Jepang. Setidaknya, 18 orang suspect Covid-19 di Osaka dinyatakan meninggal di kediaman masing-masing.

Para suspect mengalami kegagalan di sistem pernapasan karena tidak menerima penanganan medis di rumah sakit di Prefektur Osaka.

Berita Terkait : Cegah Covid, Dua Pertiga Warga Sekitar Venue PON Papua Bakal Divaksin

Jepang kini tengah menjalani pembatasan gerak jelang pelaksanaan Olimpiade dan Paralimpik, yang rencananya diadakan Juni nanti.

Dari 18 korban meninggal, satu di antaranya diakibatkan varian virus Corona yang lebih menular. Mayoritas korban berusia sekitar 60 tahun dan satu orang berusia 30 tahun.

Sejak Jumat (7/5), Jepang tengah menjalani lockdown parsial, mencakup Prefektur Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hyogo, mencakup hampir seperempat populasi Jepang, dan akan berlangsung hingga 31 Mei.

Berita Terkait : Lawan Covid-19, Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia

Beberapa gubernur prefektur menyerukan agar tindakan darurat yang lebih kuat diberlakukan secara nasional pada pertemuan secara daring pada Senin (10/5).

Diberitakan Reuters, Selasa (11/5), kawasan barat Osaka mengalami situasi terparah. Wilayah ini menjadi pusat infeksi dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris yang lebih menular dan menyebabkan kondisi yang lebih serius.

Lebih dari 96 persen tempat tidur rumah sakit perawatan kritis Prefektur Osaka terisi. Rumah sakit khusus kanker dan jantung bahkan harus menolak pasien selain Covid-19.

Berita Terkait : Mayoritas Warga Jepang Pengen Olimpiade Dibatalin

Di salah satu panti jompo di Osaka, 61 warga terinfeksi dan 14 meninggal saat menunggu dirawat di rumah sakit. Tercatat, ada 668 kasus baru di Prefektur Osaka pada Senin, sementara di Tokyo ada 573 kasus. [DAY]