Dark/Light Mode

Prosesi Di Luar Ruangan, Dubes RI Silvy Gayatri Serahkan Surat Kepercayaan Kepada Presiden Estonia

Selasa, 11 Mei 2021 22:43 WIB
Duta Besar Ratu Silvy Gayatri menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Estonia, Kersti Kaljulaid.(Foto KBRI Helsinki)
Duta Besar Ratu Silvy Gayatri menyerahkan Surat Kepercayaan kepada Presiden Republik Estonia, Kersti Kaljulaid.(Foto KBRI Helsinki)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Indonesia untuk Finlandia merangkap Estonia, Ratu Silvy Gayatri, menyerahkan Surat Kepercayaan (Letter of Credentials) kepada Presiden Republik Estonia, Kersti Kaljulaid, pada Senin (10/5/2021). Prosesi penerimaan Surat Kepercayaan tersebut dilakukan di Kantor Presiden di Kadriorg, Tallinn, Estonia.

Urutan prosesi Surat Kepercayaan adalah penyambutan oleh Chief of State Protocol, Duta Besar Jana Vanaveski, laporan Commander of the Guard of Honor, pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh orkestra militer, dan inspeksi Guard of Honor.

Dubes Silvy Gayatri melakukan inspeksi Guard of Honour di Kantor Presiden Estonia. (KBRI Helsinki)

Selanjutnya, penyerahan Surat Kepercayaan, pengambilan foto resmi, pertemuan dengan Presiden Republik Estonia, dan penandatanganan President’s Guestbook. Namun yang menarik, semua prosesi berlangsung di luar ruangan. Hal itu terkait dengan penerapan protokol kesehatan demi memutus rantai penularan Covid-19.

Berita Terkait : Tari Bali Semarakkan Simakrama Virtual Perayaan Galungan Dan Kuningan Di Italia

Pada kesempatan itu, mantan Sekretaris Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika, itu, mengenakan kebaya biru tua dengan kain batik. Melengkapi penampilannya, ia disanggul cepol kekinian.

"Diterimanya Surat Kepercayaan tersebut, menandai dimulainya tugas Ibu Duta Besar RI secara resmi di Estonia," bunyi pernyataan pers KBRI Helsinki, Selasa (11/5/2021).

Duta Besar Ratu Silvy Gayatri menandatangani President’s Guestbook. (Foto KBRI Helsinki)

Selama masa penugasannya, Dubes Silvy memiliki beberapa prioritas kerja sama Indonesia dan Estonia. Yakni meningkatkan peluang kerja sama perdagangan dan investasi, meningkatkan kerja sama bidang pendidikan, memajukan diplomasi kesehatan, dan memberikan pemahaman yang utuh tentang Indonesia.

Baca Juga : Prosedur Larangan Mudik Berjalan Oke, Menhub Puji Stakeholder Soetta

Selain itu, mantan Konsul Jenderal RI di Guangzhou, China, itu, ingin meningkatkan kerja sama di bidang informasi dan teknologi, melakukan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia, dan melakukan penggalangan dukungan untuk menjaga integritas kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di negara akreditasi.

Dubes Silvy Gayatri melakukan pertemuan dengan Presiden Republik Estonia, Kersti Kaljulaid (Foto KBRI Helsinki).

Sebelumnya, pada Kamis, 21 Januari 2021, Duta Besar RI telah melakukan courtesy call melalui video meeting kepada Chief of State Protocol Kementerian Luar Negeri Republik Estonia, Duta Besar Jana Vanaveski, sekaligus menyerahkan salinan Surat Kepercayaan untuk Presiden Estonia yang telah dikirimkan terlebih dahulu kepada Kementerian Luar Negeri Republik Estonia.

Dubes Silvy dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Duta Besar LBBP RI untuk Republik Finlandia merangkap Republik Estonia, berkantor di KBRI Helsinki (Finlandia), pada Senin, 14 September 2020, di Istana Negara Jakarta. Ia tiba di Helsinki, Finlandia, bersama keluarga pada 30 Oktober 2020.

Baca Juga : TNI AL Tingkatkan Diplomasi Di ASEAN

Penyerahan Letter of Credentials kepada Presiden Finlandia, Sauli Niinistö, telah dilakukan pada Rabu, 3 Desember 2020. melalui prosedur tertulis (written procedure) dengan penandatanganan Letter of Acknowledgement oleh Presiden Finlandia dan menampilkan foto Duta Besar RI pada halaman website resmi Presiden Finlandia.

Prosedur tersebut dilakukan mengingat situasi pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya keterbatasan penyelenggaraan beberapa kegiatan resmi kenegaraan di Finlandia.

Kemudian Silvy bertemu secara langsung dengan Presiden Niinistö pada Kamis, 4 Maret 2021, sebagai bagian dari kegiatan penyerahan Surat Kepercayaan.[MEL]