Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Seruan Dunia Stop Kekerasan Dicuekin
Israel Makin Ganas Menggempur Gaza
Selasa, 18 Mei 2021 05:56 WIB
Sebelumnya
Dari Benua Hitam, ratusan warga Afrika Selatan memprotes serangan Israel di Jalur Gaza dan tindakan keras yang sedang berlangsung di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.
Dari Amerika Serikat ribuan pengunjuk rasa pro-Palestina telah berunjuk rasa di jalan-jalan Los Angeles, New York, Boston, Philadelphia dan kota-kota lain di seluruh Amerika Serikat, menuntut diakhirinya serangan udara Israel yang mematikan di Jalur Gaza.
Dilaporkan Al Jazeera, di Los Angeles pada Sabtu (15/5), pengunjuk rasa yang melambaikan tanda yang bertuliskan “Bebaskan Palestina” menutup lalu lintas di jalan raya utama. Sementara di New York, kerumunan besar berbaris melalui Brooklyn, meneriakkan “Bebaskan Palestina” dan “Dari sungai ke laut, Palestina akan merdeka.”
Baca juga : Tak Masuk Akal, Alasan Israel Hancurkan Gedung Kantor Media Di Gaza
Meski diprotes di beragai negara dunia, Israel tampaknya tak peduli. Pesawat tempur Israel terus melancarkan serangkaian serangan udara dahsyat di beberapa lokasi di Kota Gaza, kemarin.
Area serangan lebih luas dan berlangsung lebih lama dari serangkaian serangan udara 24 jam sebelumnya, yang menewaskan 42 orang Palestina. Sebanyak 16 orang di antaranya perempuan dan 10 orang anak-anak. Serangan udara Israel sebelumnya meratakan tiga bangunan.
Penguasa Gaza, Hamas pun membalas dengan meluncurkan roket dari wilayah sipil di Gaza menuju wilayah sipil di Israel.
Baca juga : Serangan Udara Israel Tewaskan 20 Warga Gaza
Konflik telah berulang kali meningkat selama sepekan terakhir. Ini menandai pertempuran terburuk di wilayah yang menjadi rumah bagi 2 juta warga Palestina sejak perang Israel dan Hamas 2014.
“Saya belum pernah melihat tingkat kerusakan seperti ini selama 14 tahun saya bekerja, bahkan dalam perang 2014,” kata Samir al-Khatib, pejabat penyelamat darurat di Gaza seperti dikutip dari The Associated Press.
Warga lain, Haya Abdelal (21) mengatakan, dia sedang tidur ketika serangan udara berlangsung. Dia mengatakan, Israel tidak memberikan peringatan seperti biasanya kepada penduduk untuk pergi sebelum melancarkan serangan. “Kami lelah. Kami membutuhkan gencatan senjata. Kami tidak tahan lagi,” curhatnya.
Baca juga : Terapkan Prokes Ketat, Rangkaian Peringatan Hardiknas di Singapura Berlangsung Semarak
Namun Kantor Juru Bicara Militer Israel mengatakan, serangan itu menargetkan infrastruktur militer bawah tanah milik Hamas. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya