Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tak Punya Sembako Saat Lockdown
Di Malaysia Kibarkan Bendera Putih, Di Sini, Jangan Sampai Begitu Deh...
Senin, 5 Juli 2021 05:37 WIB
Sebelumnya
Sebenarnya, MCO yang berlaku di Malaysia hampir mirip dengan PPKM Darurat di sini yang berlangsung 3 sampai 20 Juli di Pulau Jawa dan Bali. Meskipun PPKM tidak seketat MCO. Namun, kedua kebijakan tersebut sama-sama membatasi aktivitas warga agar tetap berada di rumah.
Selama PPKM Darurat berlangsung, pemerintah Indonesia sudah menyiapkan sejumlah bansos untuk dibagikan pada rakyat miskin. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku menyiapkan anggaran bansos hingga Rp 6,1 triliun. Tujuannya, untuk meringankan beban masyarakat.
Baca juga : AirAsia Hentikan Penerbangan Sampai 6 Agustus 2021
Bansos tersebut akan diberikan dalam bentuk tunai ke 10 juta masyarakat tidak mampu dan keluarga miskin yang belum menerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako. Kriteria lainnya, adalah penerima yang memang sudah memiliki NIK, KK, dan nomor telepon aktif yang bisa dihubungi.
Apakah bansos bisa mencegah kasus bendera putih di Malaysia bakal berkibar di sini? Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, pengibaran bendera putih di Malaysia harus menjadi catatan penting pemerintah Indonesia. “Ini pelajaran penting soal bansos yang tidak merata dan mencukupi,” imbuhnya saat dihubungi, tadi malam.
Baca juga : Lockdown Total, Malaysia Siapkan Penjara Bagi Pendatang Tak Berdokumen
Bhima khawatir, peristiwa di Malaysia itu bisa terjadi di sini. Padahal, selama pandemi Corona yang berlangsung sejak setahun lalu, pemerintah Malaysia sudah membuat anggaran stimulus lebih dari 20 persen terhadap PDB. Sedangkan Indonesia, yang penduduknya lebih besar, stimulusnya hanya 5 persen dari PDB.
Artinya, tingkat kerentanan penduduk miskin di Indonesia selama pandemi, sebenarnya tinggi. Sehingga pemerintah harus segera mempercepat penyaluran bansos tunai, dalam minggu pertama PPKM Darurat ini.
Baca juga : Hai Para Pemudik, Mau Kaya Begitu?
Selain itu, pastikan data penerima akurat, mencakup orang miskin baru yang sebelumnya berada di kelas menengah tapi kehilangan pendapatan selama pandemi. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya