Dewan Pers

Dark/Light Mode

Produksi Minyak Jalan Terus

Arab Saudi Targetkan Emisi Nol Bersih Di Tahun 2060

Sabtu, 23 Oktober 2021 22:55 WIB
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) (Foto: Reuters)
Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Eksportir minyak terbesar dunia, Arab Saudi, telah berjanji untuk menyusutkan emisi karbonnya menjadi nol pada tahun 2060.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) mengatakan, pihaknya akan menginvestasikan lebih dari 180 miliar dolar AS untuk mencapai tujuan tersebut.

Namun, produksi minyak tetap akan dilakukan dalam beberapa dekade mendatang.

Berita Terkait : Dubes Arab Saudi Essam Bin Abed Luncurkan Aplikasi Belajar Bahasa Arab Di Malang

Pengumuman ini disampaikan MBS, beberapa hari sebelum KTT Perubahan Iklim COP26, yang menjadi pertemuan para pemimpin dunia dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, serta menekan pemanasan global.

Arab Saudi kini bergabung dengan lebih dari 100 negara, yang telah berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih.

Nol bersih berarti tidak menambah jumlah gas rumah kaca di atmosfer.

Berita Terkait : Covid Terkendali, Arab Saudi Kembali Buka Umrah Untuk Jemaah RI

Ini dicapai dengan kombinasi pengurangan emisi sebanyak mungkin - terutama dengan mengurangi gas seperti karbon dioksida (CO2), yang menjadi output penggunaan bahan bakar fosil -. Serta apa yang disebut tindakan penyeimbang, seperti penanaman pohon dan teknologi penangkapan karbon.

Sementara China dan Rusia memiliki rencana untuk mencapai nol bersih pada tahun 2060, negara-negara lain - termasuk AS, Inggris, Uni Emirat Arab, dan produsen minyak utama lainnya menargetkannya 10 tahun lebih awal.

Langkah Saudi ini menandai suatu perubahan nyata, dari penghasil karbondioksida terbesar ke-10 di dunia. 

Berita Terkait : Ini Prinsip dan Peta Jalan Pemerintah Capai Net Zero Emission

Selama ini Saudi selalu menolak seruan untuk memangkas investasinya dalam bahan bakar fosil.

Namun pekan ini, dokumen yang bocor ke BBC mengungkapkan, pejabat Saudi telah meminta PBB untuk menurunkan kebutuhan terhadap bahan bakar fosil, menjelang pertemuan COP26, yang dimulai di Glasgow pada 31 Oktober mendatang.

Dalam acara peluncuran konferensi iklim di Riyadh, MBS yang merupakan penguasa de facto Arab Saudi mengaku siap mencapai target, tanpa mempengaruhi stabilitas pasar energi global.
 Selanjutnya