Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tantangan 2022:

Belajar Terima Kenyataan

Jumat, 31 Desember 2021 06:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Memang seringkali ujian musibah itu lebih cepat menyadarkan diri seseorang kepada Tuhannya ketimbang dalam bentuk ujian kenikmatan. Jarang orang bisa lebih dekat secara emosional kepada Tuhannya pada saat diuji dengan kemewahan dan kenikmatan. Justru dengan ujian berupa musibah dan kekecewaan hidup, seseorang bisa lebih efektif berpaling menuju Tuhannya.

Orang-orang yang sabar dalam menjalani kehidupannya, seringkali merasakan keajaiban langsung dari Allah SWT. Kita jangan pernah memandang enteng orang-orang sabar karena ia selalu berada dalam pengawasan Allah dan malaikat-malaikatnya, sebagaimana dalam firmannya: Innallaaha ma’a al-shaabiriin (Sesungguhnya Allah selalu bersama orang-orang sabar).

Berita Terkait : Hikmah Di Balik Penolakan Doa (2)

Sabar adalah salah satu anak tangga yang mesti dilalui oleh orang-orang yang mendambakan keberuntungan, termasuk keberhasilan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Sabar dalam Al- Qur’an tidak identik dengan pendiam, atau tidak melawan ketika dianiaya.

Substansi sabar ialah melakukan pengendalian diri di saat kita memiliki kemampuan. Kemampuan untuk mencekal berbagai keinginan nafsu di saat kita memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Misalnya, kita memiliki uang untuk membeli sesuatu tetapi nurani memberikan bisikan bahwa tidak etis membeli sesuatu itu di saat tetangga di sekitar kita sedang menderita. Kita memiliki kemampuan membalas, tapi kita maafkan oarang itu. Kita menekan amarah dan mengembalikan segala persoalan kepada Allah SWT.

Berita Terkait : Hikmah Di Balik Penolakan Doa (1)

Sabar selalu banyak ujiannya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar”. (QS Al-Baqarah/2:155).