Dark/Light Mode
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
Tausiah Politik
Sebelumnya
Unta yang membawa Nabi dibawa berkeliling kota Yatsrib dan akhirnya unta nabi berhenti di suatu tempat yang kini menjadi masjid dan makam Nabi. Kebetulan tempat itu persis berada di perbatasan geografis kedua etnik itu. Subhanallah, perpecahan pun bisa terselesaikan.
Baca juga : Sanksi Spiritual (2)
Nabi juga melihat tanda-tanda membahayakan kalau para pengungsi dari berbagai daerah terus membanjiri kota Yatsrib yang daya dukungnya terbatas itu. Mengantisipasi ketegangan antara kelompok pengungsi dan pribumi, maka Nabi mengganti nama kelompok ini dengan kaum Anshar (Penolong) untuk kelompok pribumi dan kaum Muhajirin (Orang-orang yang hijrah) dari Mekkah dan sekitarnya.
Bukan itu saja, Nabi juga sejak dini menerapkan program yang popular dengan nama Al-Ikha’, program persaudaraan secara permanen antara kedua kaum, yaitu melakukan perkawinan silang(*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.