Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mengapa Islam Cepat Menggelobal? (2)

Islam Sebagai Agama Moderat (2)

Jumat, 14 Januari 2022 06:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Satu-satunya, manusialah yang dapat ketegori sebagai makhluk eksistensialis. Hanya manusia yang bisa naik turun martabatnya di mata Allah, Tuhan YME. Manusia bisa turun martabatnya lebih hina dari pada binatang (asfala safilin). Akan tetapi manusia juga bisa mencapai ketinggian paling puncak (ahsan taqwim) seperti yang pernah dicapai Nabi Muhammad SAW, naik ke puncak Sdr al-Muntaha. Malaikat Jibril yang ditugasi Tuhan mendampinginya memohon maaf tidak bisa mendampingi Rasulullah naik ke pucak karena kedua sayapnya sudah terkapar tanpa kekuatan energi.

Berita Terkait : Islam Sebagai Agama Moderat (1)

Sebaliknya, Nabi Muhammad SAW terus melejit hingga Sdr al-Muntaha, tempat yang didambakan para pencari Tuhan, sebagaimana diabadikan Tuhan dalam ayat: “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Q.S. Al-Isra’/17:1).
 Selanjutnya