Dark/Light Mode

Taskhir (2)

Jumat, 11 Maret 2022 06:40 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Lalu, Umat Luth yang dilanda penyimpangan seksual (QS 11:78-79) ditimpa gempa dahsyat (QS 11:82). Penguasa Yaman, Raja Abrahah, yang ambisius ingin mengambil-alih Ka’bah, dihancurkan oleh burung/virus (QS 105:1-5). Hujan, yang tadinya menjadi sumber air bersih dan pembawa rahmat (QS 6:99), tiba-tiba menjadi sumber malapetaka. Banjir memusnahkan areal kehidupan manusia (QS 2:59).

Gunung-gunung yang tadinya sebagai patok bumi (QS 30:7), tiba-tiba memuntahkan lahar panas dan gas beracun (QS 77:10). Angin yang tadinya berfungsi dalam proses penyerbukan dalam dunia tumbuh-tumbuhan (QS 18:45) dan mendistribusi awan (QS 2:164), tiba-tiba tampil ganas meluluhlantakkan segala sesuatu yang dilewatinya (QS 41:16).

Baca juga : Taskhir (1)

Lautan yang tadinya jinak melayani mobilitas manusia (QS 22:65), tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilaluinya (QS 81:6). Malam yang tadinya membawa kesejukan dan ketenangan (QS 27:86), tiba-tiba menampilkan ketakutan yang mencekam dan mematikan (QS 11:81).

Siang yang tadinya menjadi hari-hari menjanjikan (QS 73:7), tiba-tiba berubah menjadi hari-hari menyesakkan dan menyedot energi positif (QS 46:35).

Baca juga : Bid'ah (2)

Kilat dan guntur (listrik alam) yang tadinya menjalankan fungsi positifnya dalam proses nitrifikasi untuk kehidupan makhluk biologis di bumi (QS 13:12), tiba-tiba menonjolkan fungsi negatifnya, menetaskan larva-larva (telur hama) betina, yang memusnahkan berbagai tanaman para petani (QS 13:12).

Disparitas flora dan fauna yang tadinya tumbuh seimbang mengikuti hukum-hukum ekosistem (QS 13:4), tiba-tiba berkembang menyalahi pertumbuhan deret ukur kebutuhan manusia, sehingga kesulitan memenuhi komposisi kebutuhan karbohidrat dan proteinnya secara seimbang (QS 7:132). (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.