Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kedengarannya menakutkan menjalani kehidupan suluk. Akan tetapi jika seseorang mencoba menjalani pilihan hidup ini ternyata bisa dan bahkan mengasyikkan, karena yang bisa menghadirkan banyak masalah dalam kehidupan ialah pikiran dan logika yang banyak mendiktekan pengandaian.
Baca juga : Menempuh Jalan Suluk (2)
Akan tetapi begitu pikiran dan logika dipersempit dan digantikan dengan kecintaan mendalam kepada Tuhan, maka beban yang tadinya “menggunung” berubah menjadi kapas atau buluh-buluh yang beterbangan, seperti firman Allah: “Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan”. (Q.S. Al-Qari’ah/101:5).
Baca juga : Menempuh Jalan Suluk (1)
Masalah hidup sesungguhnya adalah masalah persepsi. Persepsi bisa membuat suatu masalah menjadi lebih berat atau menjadi lebih ringan. Para salikin, karena kepasrahannya secara total kepada Allah SWT, tidak pernah merasakan beban hidup yang berat, karena dia yakin, bahwa Allah SWT meringankan dan mengangkat seberat apapun beban kehidupan itu, sebagaimana firmannya:
Baca juga : Menggapai Ibadah Khusyuk (2)
“Dan Kami telah menghilangkan darimu bebanmu, yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)-mu”. (Q.S. Al-Insyirah/94: 2-4).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.