Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tantangan Global Umat Masa Depan (6)

Maskulinisasi Wajah Agama

Kamis, 2 Juni 2022 06:28 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Orang-orang yang mengidentifikasi diri dengan sifat-sifat maskulin Tuhan, akan didominasi rasa: aktif, progresif, kuasa, independen, jauh, dan dominan. Sedangkan orang yang mengi­dentifikasi diri dengan sifat-sifat feminin Tuhan akan didomi­nasi rasa: tawadlu, dekat, kasih, dan pemelihara. Jika kita ingin dekat dengan Tuhan tirulah sifat-sifat dominan Tuhan di dalam diri-Nya, yaitu Pengasih, penyayang, dan feminin.

Berita Terkait : Kaum Dhu`afa Yang Terabaikan

Konsep taskhir (penundukan alam semesta) kepada ma­nusia bukan semacam SIM untuk mengeksploitasi alam raya melampaui ambang daya dukungnya, seenak-enaknya menguras, menebang, menimbun, menggali, menggeser, apalagi memusnahkan, memunahkan, dan membakar. Manusia sebagai khalifa harus merawat, melestarikan, dan mengembangkan ekosistem jika ingin mencontoh sifat rububiah Tuhan.

Berita Terkait : Mempertahankan Fungsi Kritis Agama

Jika pembangunan digerakkan dengan energi maskulin semata, maka pasti yang akan terjadi adalah penggusuran, penebangan, penimbunan, pembakaran, dan pemusnahan. Akibatnya, alam sebagai fasilitas dan sarana dalam men­gaktualisasikan kekhalifahan akan muak dan mungkin akan membangkang, bahkan akan balik protes, menyerang, dan berunjuk rasa menentang kesewenang-wenangan manusia.

Berita Terkait : Kemandekan Pembaharuan Pemikiran Agama

Demonya alam raya, ya seperti tsunami, longsor, banjir, gunung meledakkan dirinya, gelombang mengglung dirinya, angin bertiup kencang, sampai kepada serangga dan hama juga ikut mengambil bagian. Yang menjadi masalah mengapa Tuhan, Nabi, dan Kitab Suci begitu feminin tetapi umat kita maskulin bahkan cenderung semakin maskulin dengan berbagai fenimena. Inilah tantangan umat masa depan, ba­gaimana kita berjuang untuk demaskulinisasi pemahaman agama. ■