Dewan Pers

Dark/Light Mode

Masjid Nabi Untuk Pertunjukan Seni

Senin, 23 Mei 2022 06:42 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Seni musik bagian dari kebudayaan dan peradaban Islam yang harus dilestarikan. Sudah saatnya juga seni musik dan berbagai bentuk seni lainnya dijadikan media dakwah untuk mengajak orang berhati lembut, berfikiran lurus, berprilaku santun, bertutur kata halus, dan menampilkan jati diri dan inner beauty setiap orang.

Islam dan dunia seni bagaikan sebuah mata uang yang memiliki dua sisi. Islam tanpa seni dan seni tanpa Islam tidak akan mencapai kesempurnaan. Islam merupakan ajaran Tuhan yang memerlukan seni di dalam mengartikulasikan kedalaman aspek kebatinan dari ajaran itu.

Berita Terkait : Ketika Alam Dan Manusia Tidak Bersinergi (4)

Seni merupakan bagian dari sisi dalam manusia yang membutuhkan lokus untuk mengaktualisasikan nilai-nilai estetisnya. Islam dan seni menuntut ekspresi ”rasa” yang amat mendalam dari manusia. Islam berisi ajakan kelembutan, kedamaian, kehalusan, harmony kepada pemeluknya, sedangkan seni menawarkan ajakan-ajakan itu. Islam dan seni keduanya mencitrakan hal-hal yang bersifat universal, seperti nilai-nilai etika dan estetika. Seni memiliki potensi yang amat dalam untuk mendekatkan diri sedekat-dekatnya seorang hamba kepada Tuhannya.

Dengan seni seseorang dapat merasakan keindahan, ketenangan, kehangatan, kerinduan, kesyahduan, dan keheningan. Suasana batin seperti ini sangat dibutuhkan dan merupakan dambaan para pencari Tuhan (salik). Imam Al-Gazali dalam kitab Ihya’ ’Ulum al-Din, pernah mengatakan bahwa orang yang tidak memiliki rasa seni dikhawatirkan jiwanya kering. Barangsiapa yang jiwanya tidak tergerak oleh musik merdu maka boleh jadi tabiatnya sudah rusak dan obatnya tidak ada. Bahka ia menyatakan permainan musik yang memperhalus jiwa dan budi pekerti anak-anak dan perempuan lebih baik daripada menjalani zuhud (tidak suka dunai).

Berita Terkait : Ketika Alam Dan Manusia Tidak Bersinergi (3)

Mungkin dari sisi ini kita bisa memahami mengapa para sufi rata-rata begitu dekat dengan dunia seni. Kita mengenal sejumlah sufi yang sekaligus seniman dan sejumlah seniman yang juga sekaligus sebagai sufi dan ahli/praktisi kontemplasi. Jalaluddin Rumi (w.1207 M) salah seorang di antaranya. Ia sangat populer sebagai sufi seniman dan seniman sufi.
 Selanjutnya