Dark/Light Mode
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Pelajaran etika politik paling ideal sesungguhnya terdapat dalam shalat jamaah. Adalah sangat wajar jika Nabi menyerukan kita untuk shalat berjamaah. Bukan saja pahalanya lebih besar 27 kali dibanding shalat sendiri, tetapi juga mendoktrinkan arti penting sebuah kebersamaan.
Shalat yang dilakukan secara berjamaah di dalamnya berisi berbagai ketentuan yang harus diikuti oleh semua pihak dan segala unsur, tanpa membedakan jenis kelamin, umur, etnik, golongan, dan kewarganegaraan. Yang datang lebih awal berhak mendapatkan shaf pertama, sungguh pun rakyat jelata.
Baca juga : Mencegah Permufakatan Jahat
Sebaliknya, siapapun yang datang terlambat, baginya shaf terakhir, sungguh pun ia seorang pejabat atau tokoh masyarakat.
Shalat jamaah memiliki sistem tersendiri. Shalat berjamaah harus dipimpin orang yang paling kredibel untuk menjadi pemimpin (imam). Suaranya yang lembut menembus batin, hafalan ayat-ayatnya tidak diragukan, gerakannya santun, kepribadiannya penuh dengan muru’ah (santun), pakaiannya rapi dan bersih, dan tidak terkesan berlebih-lebihan. Seorang imam mesti berwibawa dan harus diikuti semua pihak yang bermakmun di belakangnya.
Baca juga : Strategi Islam Di Dalam Bela Negara Dan Cinta Tanah Air
Sementara makmun tidak boleh mendahului imam. Makmum yang mendahului imam sangat dicerca oleh Rasulullah dalam berbagai hadisnya. Makmum yang mendahului imam diilustrasikan sebagai orang berkepala himar (keledai).
Meskipun imam memiliki hak-hak proregatif, namun tidak berarti ia bebas dari kesalahan dan kekeliruan. Ia juga tidak bebas dari kritikan dan koreksi dari makmum. Makmun diminta tidak boleh melakukan pembiaran terhadap kesalahan dan kekeliruan yang dilakukan imam.
Baca juga : Globalisasi Sebagai Rahmatan Lil ‘Alamin
Imam wajib dikoreksi kalau melakukan kesalahan atau kekeliruan, misalnya mereduksi atau menambah rakaat shalat di luar dari ketentuan yang seharusnya. Jika imam salah baca atau terlupa maka makmum wajib membetulkannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.