Dark/Light Mode
Rekonsolidasi Strategi Kebudayaan Nasional (12)
Menghayati Nasionalisme Indonesia
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pada mulanya, konsep nasionalisme Indonesia lebih identik dengan kultur keislaman, namun setelah National Indische Party (pengganti Indische Partij) dalam kongres nasional se Hindia tahun 1922 yang memperkenalkan konsep nasionalisme Hindia.
Perkembangan berikutnya faktor kultur Jawa ikut lebih dikenalkan, terutama setelah peristiwa “Jawi Hisworo”, yang menghasilkan konsep nasionalisme Jawa (Committee voor Het Java Ansche Nationalism). Karena kultur Jawa juga banyak identik dengan kultur Islam maka kedua konsep nilai ini tidak berhadap-hadapan satu sama lain.
Baca juga : Sejarah Dan Filosofi “Bhinneka Tunggal Ika”
Islam dan nasionalisme di masa awal bangsa Indonesia tidak banyak dipermasalahkan. Bahkan HOS Tjokroaminoto selaku pemimpin Sarekat Islam pada tahu 1925 menyatakan: Ïslam sepertujuh bahagian rambutpun tak menghalang dan merintangi kejadian dan kemajuan nasionalisme yang sejati “tetapi memajukan dia”.
Perkembangan menjadi lain setelah Soekarno terlalu kencang menyuarakan konsep nasionalisme Indonesia yang lebih menekankan kepada rasa cinta tanah air.
Baca juga : Pluralitas Masyarakat Nusantara
Agus Salim banyak memperingatkan dan mengeritik konsep nasionalisme Soekarno, lalu diikuti oleh kelompok Islam lainnya yang merasa lebih berkeringat tetapi tiba-tiba disalip oleh pendatang baru yang menawarkan konsep nasionalisme yang lebih tertutup. Islam sebagai agama universal sudah mulai diperhadapkan dengan nilai-nilai lokal.
Dari sinilah kelak muncul nasionalis sekuler dan nasionalis islami oleh berbagai penulis dan peneliti. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.