Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Fenomena menarik ini dianalisis oleh Oliver Roy dalam karya the best seller-nya, “Globalised Islam”. Roy menganalis pola diversity dan uniformitas, menganalisis kehidupan individu dan masyarakat warga imigran mus lim di Barat.
Bagaimana mereka menyiasati kehidupan di barat yang tidak sekondusif menjalankan syari’ah Islam ketika di negeri asalnya. Mereka harus menyesuaikan lingkungan kerja dan lingkungan ibadah, mereka harus mencarikan jalan keluar terhadap pendidikan agama yang tidak boleh diajarkan anak-anak di sekolah, mereka harus menyesuaikan penguburan mayat di luar standar kebiasaan negeri barunya.
Baca juga : Ka’bah Sebagai Pusat Gravitasi Spiritual
Roy menganalisis, fenomena ini memberikan gambaran pluralisme masyarakat imigran muslim di negara-negara maju. Satu sisi mereka sebagai warga negara dunia Barat tetapi genetik dan warisan karakter mereka masih tetap lengket dengan tradisi ketimuran dan keislamannya.
Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan masalah politik kenegaraan karena pada satu sisi mereka harus loyal ke negeri kelahirannya tetapi saat bersamaan mereka juga harus loyal terhadap sistem nilai keagamaan yang melekat pada dirinya sebagai warisan luhur dari para orang tua mereka.
Baca juga : Misteri Kota Suci Mekkah
Sepanjang dalam mengimplemen tasikan kedua nilai tersebut tidak timbul masalah maka eksis tensi imigran muslim itu juga tidak ada masalah. Situasi akan menjadi lain jika terjadi disharmoni antara keduanya seperti yang pernah terjadi dalam dasawarsa terakhir ini.
Dampak dan fenomena imigran muslim di dunia Barat sudah banyak dikaji oleh para peneliti, termasuk penulisan buku “Religion and Immigration” yang disusun oleh Y.Y.Haddad dan Jane I. Smith, Jihn L. Esposito.
Baca juga : Di Balik Mesjid Aqsha
Dalam buku ini diuraikan lebih mendalam oleh tim editornya bahwa, termasuk mengamati fenomena masalah individu dalam kehidupan bermasyarakat. Secara individu ia seorang muslim yang taat tetapi secara kebangsaan mereka akan bergaul dengan anggota masyarakat yang selama ini sistem politik, agama, dan kepercayaannya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.