Dark/Light Mode
Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (18)
Bolehkah Non-Muslim Menjadi Kepala Negara? (Pendapat Kedua)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Di dalam Al-Qur’an sendiri pernah diisyaratkan ada sosok Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan non-muslim, yakni penyembah matahari (Q.S.al-Naml/27:24), yaitu seorang perempuan bernama Ratu Balqis, dipuji di dalam Al-Qur’an sebagai:
"pemilik pemerintahan superpower" (laha 'arsyun 'adhim/27:23) dan negerinya dilukiskan dengan: “baldatun thayyibah wa Rabbun gafur” atau negoro kang lohjinawi, toto tentrem kerto raharjo. (Saba’/24:15). Kehebatan Ratu Balqis dikisahkan panjang lebar di dalam tiga surah dalam Al-Qur'an (Saba’, al-Naml, dan al-Anbiya’).
Baca juga : Bolehkah Non-Muslim Menjadi Kepala Negara? (Pendapat Pertama)
Mengapa ia mendapatkan pujian sedemikian hebat, padahal para nabi tidak ada yang mendapatkan predikat seperti itu.
Nabi Sulaiman menjadi rival Ratu Balqis tidak mendapatkan predikat itu.
Baca juga : Memperhatikan Hak Sosial-Budaya Non-Muslim
Padahal, ia mempunyai kemampuan untuk membangun koalisi dengan jin dan burung (27:17), kemampuan melakukan mobilitas dengan cepat, karena ia dapat ‘merekayasa angin’ (21:81), kemampuan untuk melakukan eksplorasi di dasar laut (21:82), kemampuan untuk berkomunikasi dengan hewan dan serangga (27:18), termasuk memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan setan (21:82).
Rahasia keberhasilan Ratu Balqis yang ditonjolkan di dalam Al-Qur'an ialah kemampuannya di dalam membangun etika politik di dalam memimpin masyarakat Saba'.
Baca juga : Akhlak Terhadap Kaum Minoritas
Ia mempraktikkan perinsip-perinsip demokrasi yang santun, transparansi yang beradab, keadilan yang bertanggung jawab, kejujuran yang sejati, diplomasi yang agung, dan keteladanan yang tinggi.
Sikap ini tentu saja disambut dengan sikap santun oleh para pembesar dan rasa cinta dari masyarakat.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.