Dark/Light Mode
Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (68)
Mewaspadai Ketika Agama Menjadi Legitimasi Politik
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ketika sebuah rezim memperalat agama sebagai kekuatan legitimasi untuk mengukuhkan kekuasaan, maka pada saat itu agama akan tampil dengan wajah garang. Ini mengingatkan kita ketika paruh pertama rezim Orde Baru yang mengontrol agama sedemikian kuatnya. Seolah-olah agama, khususnya Islam, menjadi bagian dari ancaman strategis nasionalisme yang perlu dimata-matai. Berbagai akronim menakutkan ikut mengambil bagian, seperti komando jihad, kelompok fundamentalis, aliran sesat, NII, dan akronim lainnya.
Baca juga : Tidak Menghilangkan Daya Jihad Agama
Aktifis agama seringkali diperhadapkan dengan institusi negara yang menakutkan seperti zaman Orde Baru ada Kopkamtib yang pernah memiliki kewenangan amat luas itu. Yang ideal sebenarnya ialah agama menjadi partner aktif pemerintah di dalam mewujudkan cita-cita NKRI.
Baca juga : Tidak Boleh Menghilangkan Fungsi Kritis Agama
Idealnya, agama (baca: Syari’ah) tidak ditarik ke dalam tataran yang lebih formal-praktis, sehingga riskan untuk dipergunakan oleh kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kepentingan subyektif, yang pada akhirnya nilai-nilai agama dipolitisir untuk mencari dukungan atau sebaliknya mencekal lawan-lawan politinya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.