Dark/Light Mode

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (72)

Fikih Siyasah Kebhinnekaan (3)

Sabtu, 12 Agustus 2023 05:36 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Indonesia adalah suatu bangsa yang dipadati oleh berbagai-bagai ikatan primordial sebagai konsekwensi wilayahnya yang luas dan terdiri atas berbagai pulau besar dan kecil, dengan keunikan bahasa dan budaya­nya masing-masing.

Dalam kondisi obyektif seperti ini, semua unsur sebaiknya terlibat secara aktif mewujudkan visi itu. Persoalan yang sering muncul dalam pembentukan visi bangsa yang pluralistik ialah masalah representasi.

Biasanya kekuatan mayoritas memperjuangkan value-nya lebih besar di dalam visi kebangsaan, sementara kelompok-kelompok minoritas memperjuangkan unsur kebersamaan tanpa harus menonjolkan faktor representasi.

Baca juga : Fikih Siyasah Kebhinnekaan (2)

Di negara-negara Barat misalnya, value Kristen dan Yahudi muncul sebagai alternatif dominan di dalam masyarakat civil society mereka. Value Islam di dalam masyarakat mayoritas muslim juga diperjuangakan oleh kaum intelektual komunitas tersebut.

Di Indonesia, pembentukan civil society mempunyai tiga kecenderungan. Pertama, kecenderungan untuk memperjuangkan value Islam lebih dominan sebagai kosekwensi populasi umat Islam yang menduduki posisi mayo­ri­tas ­mutlak.

Penampilan ­civil ­society atau masyarakat ma­dani diidentikkan dengan masyarakat Islam. Kedua, ke­cenderungan untuk mengakomodir semua unsur yang ada dengan tetap memperhatikan unsur-unsur istimewa di dalam masyarakat.

Baca juga : Fikih Siyasah Kebhinnekaan (1)

Kelompok inilah yang mempopulerkan istilah “masyarakat madani” se­bagai wacana dalam kehidupan berbagsa dan bernegara lima tahun terakhir ini.

Ketiga, kecenderungan untuk menga­kui kenyataan yang terjadi di dalam masyarakat sebagai suatu kenyatan final. Kelompok ini tidak memperjuangkan sebuah alternatif ideologis tertentu tetapi diserahkan kepada dialektika masyarakat itu sendiri yang melahirkan visi secara alamiah.

Faktor representasi bukan sesuatu yang mutlak tetapi keutuhan pluralisme yang lebih ditekankan.

Baca juga : Politik Kemanusiaan

Masalah agama adalah salahsatu faktor yang sangat sensitif di Indonersia. Ini dapat dimaklumi karena bangsa Indonesia termasuk penganut agama yang setia.

Solidaritas agama biasanya melampaui ikatan-ikatan primordial lainnya, seperti ikatan kesukuan dan ikatan kekerabatan. Oleh karena itu, penataan antar umat beragama dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.