Dark/Light Mode

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (74)

Hidup-Matinya Sebuah Rezim dalam Al-Quran

Senin, 14 Agustus 2023 06:20 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Rezim yang tidak pandai bersyukur ialah mereka yang mengingkari karunia yang Allah berikan kepada ­mereka. Rezim ­seperti ini diancam ­dengan tegas: ... dan jika kalian mengingkari­nya, maka se­sungguhnya azab-Ku sangat pedih. Rezim yang kufur nikmat banyak dicontohkan di dalam Al-Qur’an, ­seperti hancurnya umat Nabi Luth ­karena gempa bumi, umat Nabi Nuh ­dengan bajir tsunami, umat Nabi Saleh dengan penularan virus binatang kepada manusia, dan ­pen­deritaan sejumlah kaum durhaka karena paceklik dan kekeringan yang berkepan­jangan.

Azab Tuhan juga bisa muncul dalam bentuk merebaknya rasa takut dan cemas karena merebaknya kriminalitas, wabah penyakit menular, atau peperangan ­antar kaum yang mengorbankan orang-orang yang tak berdosa.

Baca juga : Fikih Siyasah Kebhinnekaan (4)

Kufur nikmat bisa muncul dari pemimpin rezim atau ­rakyat. ­Jika pemimpin tidak lagi mengindahkan hak dan kewajibannya terhadap rakyat, lalu pemerintahan dijalankan secara dhalim dan otoriter; sementara rakyat tidak henti-hentinya mengintip kesalahan pemimpin, lalu mendramatisirnya sedemikian rupa sehingga terjadi chaos dan anar­kisme, maka ini semua contoh kufur nikmat.

Semua pihak harus mengintrospeksi diri, apa sesungguhnya yang dicari. Masyarakat tidak mungkin memaksa pemimpin menjadi malaikat, tanpa kehilafan. Sebaliknya pemimpin juga tidak bisa mengharapkan ‘bangsa Tuhan’ yang berpenduduk malaikat. Ingat firman Allah: “...maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. (Q.S. Yunus/12:32).

Baca juga : Fikih Siyasah Kebhinnekaan (3)

Bangsa yang mempelajari kandungan Al-Qur’an seharusnya sadar dan belajar dari ¾ kisah Al-Qur’an berisi kisah tentang timbul tenggelamnya sebuah rezim atau generasi.

Jika sutu bangsa mengedepankan nilai-nilai humanity, kemanusiaan, maka terbukti generasi penikmat bangsa itu lebih panjang. Sebaliknya bangsa yang anarkis dan tirani umurnya pendek dan berakhir menyakitkan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.