Dark/Light Mode

Implementasi ASOCA Menuju Pemilu Transparan

Kamis, 5 Oktober 2023 06:00 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Dengan demikian para calon dan partai politik harus mempertanggungjawabkan janji-janji kampanye mereka kepada pemilih. Ini tidak hanya berarti menjalankan janji-janji tersebut jika terpilih, tetapi juga berarti terbuka untuk pertanyaan dan evaluasi dari masyarakat selama kampanye. Maka untuk kepen­tingan itu pula, pemilih harus memiliki akses yang mudah ke informasi tentang calon, partai politik, dan proses pemilu.

Jadi teranglah bahwa Pemilu 2024 adalah kesempatan penting bagi Indonesia untuk memilih pemimpin yang akan membawa negara ini ke masa depan yang lebih baik. Bersamaan pula harus diingat bahwa pemilu yang ­sukses tidak hanya tentang memilih pemimpin, tetapi juga tentang memilih pemimpin yang akan berkomitmen pada nilai-nilai ASOCA, yakni Ability (kemampuan), Strength (ke­kuatan), ­Opportunities ­(peluang), Culture (budaya), dan Agility (kecerdasan).

Baca juga : Mewaspadai Serangan Siber Dalam Geopolitik

Oleh karena itu di dalam ASOCA terkukuhkan konsepsi Ability, yakni kemampuan. Kemampuan berasal dari kata ‘mampu’ yang berarti: kuasa ­(bisa, sanggup) melakukan se­suatu, dapat juga orang yang ber­ada atau kaya, dan kemampuan juga dapat diartikan kesanggupan, kecakapan, kemampuan diri sendiri.

Begitu pula di dalam ASOCA ada Strength, yakni kekuatan, ketangguhan. Ketangguhan ber­asal dari kata ‘tangguh’ yang berarti sukar dikalahkan, kuat, handal, kuat sekali, tabah dan kuat, kukuh. Ketangguhan ber­arti pula kekuatan, keuletan. Lalu ada pemahaman Opportunity, yakni peluang. Peluang berarti ruang gerak, baik yang bersifat konkret maupun abstrak dan memberikan kesempatan, kemungkinan untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi usaha untuk mencapai cita-cita tujuan dan program.

Baca juga : Perang Ideologi Dalam Era Globalisasi

Kemudian Culture, yakni budaya. Budaya berarti pikiran, akal budaya, hasil, adat istiadat, dan sesuatu mengenai kebu­dayaan yang sudah berkembang (beradab, maju) atau sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sulit diubah karena kesepa­katan dalam lingkungan tertentu yang terus menerus dipelihara. ­Dengan budaya orang akan maju dan modern dan selalu hidup pada zamannya.

Terakhir, Agility, yakni kecer­dasan. Kecerdasan bersal dari kata ‘cerdas’ yang berarti sempurna perkembangan akal budi, tajam pikiran, kesempurnaan dalam pertumbuhannya, kesem­purnaan akal budinya, ke­tajaman pikiran dan kepandaian. Kemampuan saja tidak cukup, harus dengan kecerdasan dalam mengolah pikir, menganalisis suatu informasi untuk dijadikan bahan putusan.

Baca juga : Etika Pemerintahan, Geopolitik Menuju Pemilu 2024

Dengan demikian semua elemen bangsa harus memastikan bahwa pemilu dan etika pemerintahan yang baik adalah prasyarat untuk mewujudkan demokrasi yang sehat di Indonesia. Ketika pemilu dijalankan dengan prinsip-prinsip ASOCA, masyarakat Indonesia dapat memiliki kepercayaan lebih besar pada proses politik dan pemerintahan yang dipilih.

Prof. Dr. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah mantan Gubernur Lemhannas RI.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.