Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Teologi Lingkungan Hidup (27)
Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (8): Perspektif Agama Budha (2)
Rabu, 11 Oktober 2023 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Keberadaan Tuhan dalam konsep agama Budha lebih bersifat bersifat non-teistik, yakni tidak menekankan keberadaan Tuhan sang pencipta atau bergantung kepada-Nya tetapi bagaimana mengejahwentahkan sifat-sifat buddhisme.
Buddha Gautama sendiri juga tidak dilukiskan sebagai Tuhan tetapi sebagai pembimbing atau guru yang menunjukkan jalan menuju nirwana. Budha Gautama sendiri jarang menyebut kata Tuhan tetapi lebih menekankan pentingnya kesucian prilaku di dalam menjalani kehidupan.
Baca juga : Relasi Tuhan Dan Alam: Keberadaan Tuhan (7): Perspektif Agama Hindu (2)
Mungkin dari segi ini kalangan ahli perbandingan agama ada yang melihat agama Buddha lebih menonjol sebagai ajaran moral belaka. Bahkan sejumlah khutbah Buddha Gautama cenderung penyembahan kepada banyak Tuhan atau dewa-dewi membebani kebebasan manusia, meskpun pada sisi lain ia masih memberikan pengakuan terhadap Brahma sebagai Tuhan.
Buddha Gautama pernah menyatakan bahwa biarkan Tuhan menjadi pencipta segala sesuatu, tetapi manusia harus memelihara kesucian ciptaan Tuhan, yang meliputi keberadaan alam semesta. Kesempurnaan kesucian itulah inti ketuhanan dan kesucian itu harus ada pada setiap manusia.
Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (6): Perspektif Hindu (1)
Manusia dituntut untuk memelihara dan mengasihi alam semesta seperti mengasihi dirinya sendiri.
Bagi agama Buddha, tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana batin manusia tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir. Manusia tidak memerlukan bantuan atau pertolongan pihak lain, termasuk dewa-dewi. Jika manusia ingin selamat maka satu-satunya jalan ialah menjelmakan sifat dan siikap kebuddhaan di dalam dirinya. Namun demikian, Buddha itu sendiri bukan Tuhan dan tidak pernah diklaim sebagai Tuhan dalam pengikut agama Budha.
Baca juga : Relasi Tuhan dan Alam: Keberadaan Tuhan (5): Perspektif Kristen
Konsep keesaan Tuhan dalam agama Budha sebagaimana disebutkan dalam kitab Sutta Pitaka, Udana VIII : 3, keesaan Tuhan diistilahkan dengan Atthi Ajatam Abhutam Akatam Asamkhatam dengan arti sesuatu yang tak dilahirkan, tak dijelmakan, tak diciptakan, dan bersifat Maha Mutlak. Keesaan Tuhan dalam agama Budha lebih ditekankan pada konsep Impersonal God atau dalam agama Hindi lebih dikenal dengan Brahma Nirguna. Dia yang dilukiskan sebagai anatta, sesuatu yang berwujud tanpa sosok dan tidak pisah dibandingkan atau disamakan dengan sesuatu apapun. Dia yang ada di mana-mana dan tidak kemana-mana. Dia berada di balik berbagai entitas alam semesta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya