Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (34)

Asal-Usul Alam Semesta: Atom (3)

Rabu, 18 Oktober 2023 04:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Sesungguhnya jauh sebelum Aristoteles dan Demokritos, konsep atom sudah pernak ­diwacanakan pada zaman ­India kuno pada sekitar tahun 800 SM, sebagaimana ditemukan dalam naskah filsafat ­Jainisme sebagai anu dan ­paramanu. Aliran mazhab Nyaya dan ­Vaisesika mengembangkan teori yang menjelaskan ba­gaimana atom-atom berga­bung menjadi benda-benda yang lebih kompleks. Seabad berikutnya baru ­muncul re­ferensi mengenai atom di Eropa oleh Leukippos, yang kemudian disistermatisir oleh muridnya, Demokritos.

Baca juga : Asal-Usul Alam Semesta: Atom (2)

Perkembangan selanjutnya atom sebagai objek dan massa yang sangat kecil, hanya dapat dipantau dengan menggunakan peralatan khusus seperti ­mi­kroskop gaya atom. Lebih dari 99,9% massa atom berpusat pada inti atom, dengan proton dan neutron yang bermassa hampir sama. Setiap unsur memiliki satu isotop dengan inti yang tidak stabil, dapat mengalami peluruhan radioaktif. Hal inilah kemu­dian mengakibatkan transmutasi mengubah jumlah proton dan neutron pada inti atom. Elektron yang terikat pada inti atom mengandung sejumlah aras energi atau orbital yang stabil dan dapat mengalami transisi di antara aras tersebut dengan menye­rap atau memancarkan foton yang sesuai dengan perbedaan ­energi antara aras. Elektron pada atom menentukan sifat-sifat kimiawi sebuah unsur, dan memengaruhi sifat-sifat magnetis atom tersebut.

Baca juga : Asal-Usul Alam Semesta: Atom (1)

Planet tatasurya, khususnya planet bumi dan makhluk hidup yang ada di dalamnya semuanya terbentuk melalui proses kimiawi. Melalui analisis mendalam maka umur alam semesta bisa diprediksi usia dan batas usia ter­akhirnya. Misalnya usia bumi bisa diprediksi melalui penanggalan ­radiometrik. Helium dalam kerak bumi merupakan produk peluruhan alfa dapat diukur. Namun demikian masih ­banyak misteri yang belum bisa dijelaskan para saintis tentang keberadaan alam semmesta ini. Kalangan ilmuan beranggapan asal-usul alam semesta bukan atom sebagai inti tetapi air yang lainnya mengatakan uap. Lainnya mengatakan energi dan ada lagi mengatakan conciousne. Kesemuanya akan diungkap secara umum dalam artikel mendatang.

Baca juga : Asal-Usul Alam Semesta: Sebuah Pengantar

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 18 Oktober 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (34), Asal-Usul Alam Semesta: Atom (3)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.