Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (40)

Asal Usul Alam Semesta Menurut Stephen Hawking

Rabu, 25 Oktober 2023 06:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Pada tahun 1983, ia memperkenalkan sebuah model yang dikenal dengan nama keadaan Hartle-Hawking, yang intinya menjelaskan bahwa alam semesta tidak memiliki batas di ruang-waktu; sebelum dentuman besar, waktu tidak ada dan konsep awal semesta tidak ada artinya. Singularitas awal model dentuman besar klasik digantikan oleh gambaran Kutub Utara. Seseorang tidak bisa pergi ke sebelah utara Kutub Utara, tetapi tidak ada batas di sana. Kutub Utara hanyalah titik tempat bertemu dan berakhirnya semua garis yang menuju ke utara. Awalnya, usulan tanpa batas ini memprediksi alam semesta tertutup yang berdampak pada penjelasan keberadaan Tuhan. Seperti yang dijelaskan Hawking, "Apabila alam semesta tidak terbatas tetapi terkurung, maka Tuhan pun tidak bisa bebas memilih cara menciptakan alam semesta."

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Uap (2)

Sesungguhnya Hawking tidak membantah eksistensi keberadaan Tuhan sebagai Sang Pencipta. Dalam karyanya itu Hawking hanya mempertanyakan di dalam karyanya: A Brief History of Time: "Apakah teori terpadu sangat meyakinkan sehingga teori ini melahirkan dirinya sendiri?". Dalam karya awalnya, Hawking berbicara tentang Tuhan menggunakan metafora. Ia menulis di A Brief History of8 Time: "Apabila kita menemukan teori yang lengkap, temuan ini akan menjadi kemenangan tertinggi nalar manusia, karena dengan itu, kita pun tahu isi pikiran Tuhan." Dalam buku yang sama, ia berpendapat bahwa keberadaan Tuhan tidak diperlukan untuk menjelaskan asal usul alam semesta.

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Uap (1)

Diskusi dengan Neil Turok membuat Hawking sadar bahwa pandangan keberadaan Tuhan cocok dengan alam semesta terbuka. Pertanyaan Hawking inilah yang kemudian menuai kontroversi, seolah-olah Hawking itu adalah kafir karena dianggap tidak mengakui keberadaan dan peran berarti Tuhan dalam kejadian alam semesta ini.

Baca juga : Asal Usul Alam Semesta: Air (1)

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 25 Oktober 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (40) Asal Usul Alam Semesta Menurut Stephen Hawking"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.