Dark/Light Mode
Teologi Lingkungan Hidup (67), Pandangan Kosmologi Islam (4)
Doktrin Trilogi: Antara Tajalli dan Pantheisme
Tausiah Politik
Sebelumnya
Pantheisme adalah sebuah faham yang menganggap alam semesta merupakan manifestasi dari tuhan tetapi melalui pancaran atau “tumpahan” Tuhan (al-faedh al-ilahi). Dengan demikian, alam semesta ini merupakan perwujudan tuhan. Pantheisme tidak mengakui adanya tuhan pribadi (personal God), yang ada semuanya adalah tuhan (impersonal God). Semua bentuk realitas dianggap sebagai bagian dari Wujud secara immanen.
Faham Pantheisme agak mirip dengan pendapat Plotinus, memandang Tuhan imanen di dalam segala sesuatu dan manunggal dengannya, sehingga segala sesuatu bersifat Ilahi. Konsekwensinya alam ini suci dan kekal. Alam ini tentu juga abadi, karena tidak mungkin menjadi Tuhan jika tidak abadi.
Baca juga : Doktrin Trilogi: Alam, Manusia, dan Tuhan
Tentu saja faham Pantheisme ini banyak ditolak, terutama dari kalangan agama yang sudah mapan. Gereja Katolik faham Pantheisme sebagai ajaran sesat. Bahkan Giordano Bruno, seorang biarawan Italia yang menyebarluaskan faham Pantheisme dibakar pada tahun 1600 oleh Inkuisisi Romawi.
Baruch Spinoza seorang filsuf Belanda keturunan Portugis yang dibesarkan dalam komunitas Yahudi Sephardi di Amsterdam, yang mengembangkan ini dikeluarkan dari komunitas Yahudi dan buku-bukunya dimasukkan dalam indeks buku-buku terlarang.
Baca juga : Antara Langit (Celestial) dan Bumi (Terrestrial)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Minggu, 26 November 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (67), Pandangan Kosmologi Islam (4), Doktrin Trilogi: Antara Tajalli dan Pantheisme"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.