Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Teologi Lingkungan Hidup (84)
Fenomena New Consciousness Di Baat (2)
Tausiah Politik
Sebelumnya
Amat berbeda dengan pemikir Kristen dan Yahudi tradisional, terutama Katolik, yang menganggap alam semesta ini bagian dari Amanah Tuhan yang harus dipelihara dan dilestarikan. Kapasitas manusia sebagai “penguasa” alam semesta tidak bisa dijadikan dalil untuk mengeksploiasi alam semesta melampaui daya dukungnya. Ada konsep dosa manakala manusia melakuka pengrusakan alam semesta. Binatang dan tumbuh-tumbuhan harus diperlakukan sebagaimana layaknya manusia. Mereka juga memiliki nyawa dan badan. Mereka juga mengenal rasa sakit jika terluka. Mereka juga memiliki anak-cucu yang membutuhkan hidup dan keselamatan. Karena itu, manusia tidak boleh egois di dalam mengelola alam semesta ini.
Baca juga : Fenomena New Consciousness di Baat (1)
Filosof China seperti Wang Yang-ming (1472-1529)`sudah lama menyarankan agar filsafat antroposentrisme diganti dengan fisafat antropokosmisme. Dalam Islam, banyak sekali ayat dan hadis menyerukan persahabatan dengan alam semesta. Islam dengan tegas menegaskan ada dosa besar di balik pengrusakan alam semesta. Bahkan diancamkan dengan hukuman berat bagi mereka yang dengan sengaja merusak alam semesta.
Baca juga : Antropokosmisme vs Antroposentrisme
Kesadaran baru yang muncul dari Barat tentang lingkungan perlu disambut baik. Pembaharuan teologi lingkungan sebagaimana digagas sejumlah pemikir Barat sebagaimana disebutkan di dalam artikel terdahulu juga perlu diartikulasikan di dalam konteks budaya masyarakat lokal. Kita berharap banyak, semoga tinjauan teologi lingkungan hidup bisa melahirkan new consciousness terutama bagi generasi millennial kita yang akan mendiami alam semesta ini di masa akan datang.
Baca juga : Menggagas Antropokosmisme
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Jum'at, 15 Desember 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (84), Fenomena New Consciousness Di Baat (2)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.