Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Burung Hud-hud menjadi salahsatu faktor penting di dalam pemerintahan Nabi Sulaiman sebagaimana cuplikan kisah di atas. Ketika Nabi Sulaiman mengapel para peserta rapat, salahsatu undangan rapat belum kelihatan, yaitu Hud-hud.
Sebagai pemimpin yang tegas, ia berjanji akan menjatuhkan sanksi indisipliner kepada kelompok burung Hud-hud.
Baca juga : Belajar dari Burung Gagak
Namun hukuman itu batal dijatuhkan lantaran burung Hud-hud membawa berita menarik. Sebuh kerajaan yang dipimpin seorang ratu (Ratu Balqis) dan berhasil mengantar bangsanya menjadi negeri indah penuh pengampunan Tuhan (baldatun thayyibah wa Rabbun gafur).
Ratu Balqis juga mendapatkan gelar “pemilik singgasana besar” (laha ‘arsyun ‘adhim). Kedua prestasi ini belum pernah terulang di dalam sejarah.
Baca juga : Mengambil Iktibar Dari Komunitas Semut
Kejujuran burung Hud-hud dalam menceritakan pengalamannya maka Tuhan memberikan kepercayaan burung Hud-hud itu untuk mengantar surat Nabi Sulaiman kepada Ratu Balqis. Isi surat Nabi Sulaiman singkat: Akhirnya si burung Hud-hud meletakkan surat itu tepat di atas dada Ratu Balqis.
Dalam suasana kaget, ia memanggil para pembesarnya untuk mendiskusikan peristwa baru saja dialaminya: “Wahai para pembesar berilah aku pertimbangan dalam urusan ini, aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sebelum kalian berada di dalam majlisku (27:32).
Baca juga : Masyarakat Hewan Juga Punya Nabi
(Bersambung).
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu, 23 Desember 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (92) Kecerdasan Burung Hud-hud (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.