Dark/Light Mode

Teologi Lingkungan Hidup (101)

Belajar Dari Ekosistem Laba-laba (2)

Rabu, 3 Januari 2024 05:42 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Kisah ini menunjukkan bukan Cuma manusia ada yang baik ada yang buruk, ada yang menolong ada yang men­celakakan. Laba-laba tampil sebagai penolong dan ular tampil mencelakakan. Sang ­penolong panjang umur dan sang pembuat celaka pendek umur. Benar sabda Nabi ­bahwa: “Silaturrahim memperpanjang umur”.

Baca juga : Belajar Dari Ekosistem Laba-laba (1)

Laba-laba memiliki banyak spesies. Ada laba-laba yang mengandalkan racun yang ada dimulutnya dan ada juga yang mengandalkan jaring yang dibuatnya untuk menangkap mangsanya. Laba-laba tidak suka mengganggu manusia kecuali jika ia diganggu. ­Laba-laba juga amat berjasa di dalam kehidupan sehari-hari umat manusia, Para nelayang menjadikan laba-laba sebagai umpan di dalam memancing ikan di laut atau di rawa-rawa. Laba-laba juga menjadi ­symbol kekompakan pejantan dan betina.

Baca juga : Belajar Dari Ekosistem Kucing Dan Anjing

Daya lengket sarang laba-laba itu juga mengispirasi salahsatu flm Hooly Wood, yaitu “Spiron Man”, salahsatu film yang banyak menyedot penonton dunia. Bahkan sudah menjadi film seri yang diputar di berbagai biusaadi AS.

Baca juga : Belajar dari Ekosistem Lebah-Madu

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 3 Januari 2024 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (100) Belajar Dari Ekosistem Laba-laba (1)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.