Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Meraih Berkah Bulan Sya’ban (13)

Meningkat Dari Zikir Ke Wirid

Minggu, 25 Februari 2024 05:30 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari segi bahasa, dzikir berasal dari akar kata dzakara-yadzkuru-dzikran berarti menyebut, mengucapkan, mengagungkan, mensucikan, dan mengingat. Dzikrullah biasa diartikan berarti menyebut-nyebut (nama) Allah SWT seraya mengingat-Nya. Sedangkan wirid berasal dari akar kata warada-yaridu-wuruda, wirdun berarti datang, sam­pai, mendatangi, menyebutkan. Wirid seakar kata dengan wardah berarti bunga mawar. Kata dzikr dan wird dari segi bahasa memiliki makna yang sama yaitu menyebut atau mennyucikan.

Baca juga : Meningkat dari Taslim ke Tafwidh

Dalam pengertian popular, zikir lebih banyak berarti penyebutan dan penyucian nama Allah SWT. Sama denganpengertian populer dari wrid. Termasuk makna zikir dan wirid ialah membaca Kalam Allah yakni Al-Qur’an. Keduanya juga sama-sama bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bedanya hanya dari segi ketentuan penyebutan dan pengungkapan. Zikir biasanya tidak ditentukan jum­lah, waktu, dan tempat pelaksanaannya. Kapan pun dan di manapun bebas menjalankan dzikir. Sementara wirid biasanya ditentukan jenis, jumlah, waktu, dan ketentuan pengamalannya. Bacaan yang dibaca pada waktu zikir ti­dak ditentukan, tergantung apa yang dihafal atau apa yang dikuasainya. Sedangkan wirid sudah ditentukan jenis bacaan, tidak bisa ditawar panjang pendeknya. Wirid inilah yang lebih memerlukan alat bantu seperti tasbih, buku-buku dan amalan-amalan tertentu.

Baca juga : Meningkat Dari Tawakkal Ke Taslim (1)

Tentu yang lebih baik ialah wirid. Zikir terkesan temporary, dilakukan saat hati sedang dalam keadaan khusus (mood), misalnya ketika seorang sedang menghadapi masalah, mempunyai hajat lebih besar, atau sedang dalam bahagia dan mengungkapkan rasa syukurnya dalam bentuk berzikir. Jika tidak dalam keadaan mood bisanya zikir dilakukan seadanya atau tidak samasekali. Sedangkan wirid lebih bersifat permanently, dalam keadaan apapun dan di manapun, selalu mengamalkan rutinitas wiridnya. Jika ia meninggal­kan wiridnya seperti meninggalkan sebuah kewajiban, ada sesuatu yang kurang. Dengan demikian ahli wirid lebih kuat ketimbang ahli zikir.

Baca juga : Meningkat Dari Shadiq Ke Shiddiq 

Di dalam Al-Qur’an zikir dan wirid sangat dianjurkan, sebagaimana disebutkan dalam ayat: (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram/Q.S.al-Ra’d/13:28). Ayat ini menginformasikan bahwa zikir dan mengingat Allah SWT akan menenteramkan hati. Dalam ayat lain Allah SWT memberikan informasi lebih lanjut: Wasabbihu bukratan wa ashila (Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang/Q.S. al-Ahdzab/33:42). Ayat pertama menyerukan zikir dan ayat berikutnya menyerukan untuk meningkatkan zikir menjadi wirid.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.