Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjipta Lesmana
Sebelumnya
Sebut saja Brigjen TNI Teddy Yusuf, Mayjen TNIIskandar Halim, Mayjen TNIDaniel Tjen dan Laksamana Pertama TNIFX Indarto Iskandar. Di era Soekarno ada Laksamana Muda John Lie yang harum namanya karena sejumlah prestasi yang dilakukannya untuk bangsa dan negara. Sejak setahun yang lalu berita hoax memang marak malang-melintang, makin dekat pemilu 2019, makin gencar pihak-pihak tertentu menyebarluaskan hoax.
Tujuannya untuk menggiring opini ke titik yang negatif, untuk menghancurkan integritas lawan, untuk menakuti publik, bahkan untuk mendeligitimasi pemilu. Berita palsu tentang ditemukannya 7 kontainer berisikan puluhan juta lembar surat suara yang sudah dicoblos adalah contoh hoax untuk merusak integritas KPU. Seolah-olah pemilu 2019 pasti curang alias kotor, sudah diatur semuanya untuk kemenangan kubu Jokowi-Ma’ruf Amin. Kalau memang begitu, buat apa kita bertanding?
Baca juga : Bukan Debat, Hanya Klarifikasi
Untuk melawan hoax dan segala berita palsu, termasuk fitnah yang sangat destruktif, menurut saya, terapinya cuma satu: Kepolisian harus berani bertindak tegas, cepat, berlandaskan hukum. Cepat diproses siapa pelaku dan dalangnya, kemudian seret ke meja hijau untuk dijatuhi hukuman setimpal. Efek jera niscaya akan membuat siapa pun berpikir 10X untuk menyebarkan segala bentuk berita jahat itu yang meresahkan masyarakat.
Jenderal TNI(purn) Ryamizard Ryacudu, Menteri Pertahanan, menyatakan keheranannya perihal Pemilu 2019. Pemilu, kata Menhan, mestinya diterima sebagai pesta demokrasi. Yang namanya pesta, para pesertanya harus gembira, tapi kenapa masyarakat dibuat takut, waswas bahkan mencekam?
Baca juga : Upaya Mendiskreditkan TNI
Mungkinkah ada pihak-pihak yang sudah waswas kalah sebelum maju perang? Untuk menghindari kekalahan, padahal kemenangan dinilai sulit diraih, maka dicarilah berbagai cara kotor alias main kayu. untuk apa? Untuk menggagalkan pemilu, barangkali!
Tapi, Menteri Pertahanan wanti-wanti mengingatkan semua pihak bahwa pemilu tidak boleh merusak persatuan dan kesatuan bangsa, apalagi menghancurkan NKRI dan Pancasila. NKRI dan Pancasila hendaknya harga mati bagi bangsa kita, khususnya bagi TNI.
Baca juga : Kejahatan Mafia Impor
Siapa pun yang hendak merusak NKRI, dan menghancurkan ideologi Pancasila akan berhadapan langsung dengan TNI, kata Menhan tegas, karena bagi TNI, Pancasila dan NKRI benar-benar harga mati!! Maka, pihak mana pun yang hendak mempermainkan NKRI, dan Pancasila melalui Pemilu seyogianya berpikir 10X sebelum melaksanakannya!
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya