Dark/Light Mode
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Raymond/Joaquin Buka Harapan Baru Regenerasi Bulu Tangkis RI
Tausiah Politik
Sebelumnya
Masalahnya sekarang bagaimana metode untuk sampai ke tingkat iqra’ ketiga, sebuah tingkatan yang mampu menyuguhkan suasana batin ‘merasakan kehadiran wahyu’ di dalam batin. Merasakan kehadiran wahyu berbeda dengan merasakan kehadiran ilham, ta’lim, atau inspirasi cerdas.
Dengan kata lain, beda rasa wahyu dan rasa ilham atau ta’lim. Yang dimaksud kata ‘bergetarlah hati mereka’ (wajilat qulubuhum) dalam ayat diatas ialah identifikasi paling mendalam di dalam hati akan keberadaan wahyu suci di dalam batin. Jika feeling itu sudah hadir, maka seseorang bukan lagi memiliki kemampuan memahami dan menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi ayat-ayat Al-Qur’an sudah mampu menafsirkan diri yang bersangkutan.
Baca juga : Memuliakan Orang Tua
Dengan demikian, Al-Qur’an dan manusia saling menafsirkan satu sama lain (Al-Qur’an yufassiru ba’dhuhum liba’dh). Tidak heran jika ada orang sama sekali tidak memahami bahasa Arab, apalagi memenuhi 13 syarat formal seorang mufassir sebagaimana dinyatakan oleh ulama tafsir.
Mungkin orang belum masuk kategori mufassir tetapi sudah mampu menjadi mufahhim Al-Qur’an. Bedanya ialah, mufassir memiliki otoritas dan legitimasi khusus sehingga bisa menjadi hujjah bagi orang lain.
Baca juga : Mengontrol Social Saving
Sedangkan mufahhim kurang memiliki otoritas dan legitimasi, dan dibatasi hanya menjadi konsumsi untuk dirinya sendiri atau di lingkungan murid-murid khususnya.
Meskipun antara keduanya berbeda tetapi tidak bisa dilegitimasi bahwa temuan mufassir otomatis lebih shahih dan valid daripada temuan mufahhim. Mungkin hanya mufahhim tetapi ia memiliki kemampuan ilmu khusus dari Tuhan (Divine knowledge).
Baca juga : Berorientasi Husnul Khatimah
Sebaliknya mungkin mufassir tetapi hanya di dalam batas cognitive (knowing and understanding) tetapi belum masuk di dalam kategori realizing (Iqra’ ketiga).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.