Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Akibatnya, sebagian Pati yang lebih senior tersisih, karena sistem “clique” sudah membudaya di instansi dan lembaga di negara kita, tidak terkecuali dalam tubuh TNI dan Polri.
Kenapa pakai sistem clique? Anda tentu lebih percaya (confident) mengangkat kolega seangkatan untuk jabatan staf inti daripada mereka yang Anda tidak kenal baik, apalagi seseorang yang misalnya pernah “memelonco” Anda waktu di pendidikan Taruna! Akibatnya, cukup banyak Pati bintang 1 sampai bintang 3 tersingkir alias non-job atau di-Staf Khusus-kan.
Baca juga : Status Hukum “Indonesia Barokah”
Hal ini betul-betul merusak sistem pembinaan personil di lingkungan TNI! Ketika SBY menjabat Presiden, 3 Kepala Staf Angkatan (semua berpangkat bintang 4) sekaligus dilengserkan dengan alasan “regenerasi”. Peristiwa itu bak halilintar di siang hari bolong bagi mereka yang jadi “korban”.
Mereka sama sekali tidak tahu apa sebab tibatiba diberhentikan dan diberikan posisi Staf Khusus. Sudah 2 bulan lengser pun, kantor mereka di Cilangkap belum ada. Tanya sini-sana, tidak ada yang bisa jawab apa sebab mereka dinon-job-kan.
Baca juga : Pelajaran Dari Kasus Baasyir
Intervensi penguasa dalam pengangkatan jabatan tinggi TNI dan sistem clique merupakan 2 (dua) penyebab utama lahirnya Jenderal non-job.
Sebab lain, rekruitmen yang tidak dihitung secara akurat. Kurva supply and demand tidak diperhatikan oleh pimpinan TNI ketika menerima Taruna di Akademi Militer, AAU dan AAL.
Baca juga : Tanda-tanda Main Kotor Dalam Pemilu
Berapa kira-kira kebutuhan Kolonel dan Perwira Tinggi 15 sampai 20 tahun ke depan? Konkretnya, masukan taruna harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi atau “kotak jabatan”, sehingga tidak ada yang namanya Kolonel atau Jenderal non-job.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.