Dark/Light Mode

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (29)

Tidak Berlebihan Dalam Beragama

Selasa, 26 Februari 2019 13:25 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Al-Qur’an tidak hanya mengatur etika antar umat manusia, tetapi internal manusia pun juga ada etikanya. Setiap orang tidak dibenarkan mendhalimi dirinya sendiri. Al-Qur’an menegaskan: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (Q.S. Al-Baqarah/2:195). 

Dalam beribadah pun Allah SWT melarang hambanya melampaui batas sebagaimana ditegaskan dalam ayat: “Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar.” (Q.S. An- Nisa/4:171).

Berita Terkait : Zuhud Politik

 “Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israel dengan lisan Daud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.” (Q.S. Al-Maidah/5:78). 

Suatu ketika Rasulullah didatangi seorang sahabat Nabi dengan mengatakan, Alhamdulillah saya sudah lama tidak lagi makan siang. Ra-sulullah bertanya kenapa? Maka ia menjawab karena berpuasa sepanjang hari. 

Berita Terkait : Menimbang Aspek Kontinuitas Dan Orisinalitas

Rasulullah bukannya memberikan apresiasi positif tetapi marah dengan mengatakan, aku Nabi tetapi masih memberi hak terhadap anggota badan untuk makan. Dalam hadis lain Rasulullah meminta sahabat-sahabatnya cukup dengan puasa Daud atau puasa Senin-Kamis. 

Tidak lama kemudian datang lagi seorang sahabat kepadanya dan menyampaikan kepada Rasulullah, Alhamdulillah, sudah lama saya tidak tidur malam. Rasulullah bertanya kenapa? Sahabat itu menjawab, malam-malam aku gunakan shalat sepanjang malam. 

Berita Terkait : Belajar Dari Terobosan Nabi Yusuf

Rasulullah menjawab dengan agak kesal dengan mengatakan, saya ini Nabi tetapi tetap memberikan hak-hak badan saya untuk tidur. Sahabat lain datang lagi menyampaikan kepada Rasulullah kalau dirinya sudah tidak pernah lagi berhubungan suami-istri. 
 Selanjutnya