Dewan Pers

Dark/Light Mode

Antara Hijriyah Dan Masehi (4)

Senin, 24 Agustus 2020 07:47 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Akhirnya musyawarah yang dipimpin oleh Amirul Mukminin, Umar Ibn Khatthab sepakat memilih momentum yang dijadikan awal kalender Islam ialah Hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

Momentum inilah yang menjadi cikal bakal kalender Islam. Penetapan kalender Hijriyah melalui momentum hijrah Rasul tidak berarti mengecilkan arti dan peran momentum lain, tetapi ini disepakati sematamata demi untuk memberikan citra positif ajaran Islam yang terbebas dari kultus individu penganjur utamanya, sebagaimana ditemukan dalam sistem penanggalan lain.

Jika dipilih tahun kelahiran atau tahun wafatnya Nabi Muhammad SAW, maka seolah-olah Nabi Muhammad memegang peran sentral di dalam ajaran Islam, padahal diketahui bersama bahwa sendi utama ajaran Islam itu ialah Al-Qur’an, wahyu dan Kalam Allah SWT. Demikian pula pelantikan beliau sebagai Nabi dan peristiwa Isra’ Mi’raj, tidak lebih utama daripada peristiwa hijrahnya beliau ke Yatsrib (Madinah).

Berita Terkait : Antara Hijriyah Dan Masehi (3)

Argumen dipilihnya hijrah Nabi ke Yatsrib antara lain:

1) Dalam Al-Qur’an sangat banyak penghargaan Allah bagi orang-orang yang berhijrah (alladzina hajaru).

2) Masyarakat Islam yang berdaulat dan mandiri baru terwujud setelah ke Madinah.

Berita Terkait : Antara Hijriyah Dan Masehi (2)

3) Umat Islam sepanjang zaman diharapkan selalu memiliki semangat Hijriyah, yaitu jiwa dinamis yang tidak terpaku pada suatu keadaan dan ingin berhijrah kepada kondisi yang lebih baik.

Belakangan nama hijriyah seolah menjadi pemicu semangat perjuangan dalam dunia Islam. Momentum tanggal 1 Muharram 1 Hijriyah bertepatan dengan 16 Juli 622 M.

Penetapan tahun baru Hijriyah ini ditetapkan langsung oleh keluarnya keputusan Khalifah Umar yang di tandai dengan keluarnya Maklumat Keamanan dan Kebebasan Beragama dari Khalifah Umar kepada seluruh pen duduk Kota Aelia (Yerusalem) yang baru saja dibebaskan laskar Islam dari penjajahan Romawi pada tahun ke 17 H. (638 M).

Berita Terkait : Antara Hijriyah Dan Masehi (1)

Kalender Hijriyah setiap tahunnya lebih 11 hari daripada kalender Miladiyah, sehingga selisih angka tahun dari kedua kalender itu semakin mengecil. Angka tahun Hijriyah pelanpelan “mengejar” angka tahun Masehi.

Menurut rumus di atas, keduanya akan bertemu pada tahun 20526 Masehi yang bertepatan dengan tahun 20526 Hijriyah. Ini mengisyaratkan bahwa ketepatan kalender Hijriyah sama dengan ketepatan kalender Miladiyyah. ***