Dark/Light Mode

Negara Tidak Boleh Takluk Pada Ancaman Siapa Pun!

Selasa, 17 November 2020 06:13 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Pemerintah Jokowi kini menghadapi situasi dilematis yang serius. Apa yang harus dilakukannya terhadap “ancaman” kelompok Habib Rizieq Shihab? Rekonsiliasi seperti yang disuarakan oleh beberapa pihak? Rekonsiliasi berarti merangkul, kalau perlu mendudukkannya dalam kabinet seperti ia merangkul Prabowo Subianto dengan memberikan portofolio Menteri Pertahanan? Atau menyikapnya dengan senjata hukum?

Menghadapi situasi dilematis ini, pemerintah Jokowi mestinya kembali pada ketentuan sakral Pasal 1 ayat (3) UUD 1945, yaitu “Negara Indonesia adalah negara hukum”. Equality before the law," kesamaan kedudukan hukum bagi tiap warganegara, HARUS DITEGAKKAN tanpa pandang bulu. Untuk itu, Polri harus berani menyelidiki kembali dugaan kasus-kasus hukum yang melibatkan Habib Rizieq. Jika cukup bukti keterlibatannya, tidak ada jalan lain, lanjutkan hingga ke tingkat pengadilan. Jika kurang bukti, ya bebaskan dia.

Baca juga : Gatot, Istana Dan Bintang Mahaputera

Untuk itu, seluruh kekuatan Negara, khususnya TNI, harus memberikan dukungan yang kuat kepada Polri, sehingga Polri tidak punya keraguan sedikit pun untuk bertindak.

Kecuali itu, Presiden Jokowi juga harus berani menjernihkan spekulasi-spekulasi politik yang bergentayangan dewasa ini. Apa betul ada kekuatan politik tertentu yang mem-backing kepulangan Habib Rizieq Shihab? Apa tujuan mereka? Untuk menjatuhkan pemerintah Jokowi?

Baca juga : Kasus Suap Proyek Jalan BPJN IX Belum Tutup Buku

Intrik-intrik politik memang sering bergentayangan di negara-negara sedang membangun seperti Indonesia, Bahkan di negara maju pun, intrik politik untuk menjatuhkan rezim yang berkuasa sesekali terjadi juga. Silakan Anda menyaksikan film serial “House of Cards” yang sedang ditayangkan oleh Netflix. Frank Underwood (diperankan oleh Kevin Spacey), seorang Penggerak Partai Mayoritas DPR yang amat ambisius dan penganut paham Nicollo Machavelli. Dengan segala cara dan intrik-intrik jahat, ia berhasil mendepak Wakil Presiden. Setelah jadi Wapres, Frank langsung menyusun strategi untuk menyingkirkan Presiden, dan berhasil! Setelah itu, ia pun berambisi ikut pilpres lagi untuk mengejar masa jabatan Presiden yang ke-2.

Cerita dalam film “House of Cards” tidak mustahil terjadi juga dalam perpolitikan riil di banyak negara.

Baca juga : Jika Biden Menang, Apa Yang Akan Dilakukan Trump?

Sejak beberapa bulan yang lalu, memang beredar isu/spekulasi bahwa kekuatan-kekuatan politik tertentu sedang merancang strategi untuk mendepak Presiden Jokowi dari jabatannya. Bukan tidak mustahil, tujuan jahat itu melibatkan juga kekuatan-kekuatan politik yang ada dalam tubuh pemerintahan Jokowi.

Tidak ada jalan lain bagi Jokowi untuk berani bertindak kekuatan mana pun yang mau “main kayu” atau menggunakan hukum rimba. Untuk itu, TNI dan Polri harus berani bertindak, tidak boleh ragu satu detik pun supaya Indonesia tidak masuk dalam jurang “Negara Gagal” !!! ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.