Dewan Pers

Dark/Light Mode

Misteri Diplomat Jerman Ke Kantor FPI

Selasa, 22 Desember 2020 06:26 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana
Anggota Komisi Konstitusi MPR 2004

RM.id  Rakyat Merdeka - Ilmu komunikasi mengajarkan communication is always intentional. Sesungguhnya manusia berkomunikasi pasti karena punya maksud atau tujuan tertentu. Jarang sekali kita berkomunikasi dengan orang lain dengan “kepala kosong”. Tujuan itu bisa tersurat, bisa juga tersirat. Tentu, tujuan mendahului tindak komunikasi. Komunikasi diarahkan untuk mewujudkan tujuan yang sudah ada di kepala kita.

Bentuk komunikasi amat beragam; tidak hanya verbal atau tulisan. Wajah cemberut, atau penuh senyum, marah-marah, bahkan diam pun manifestasi dari komunikasi. Jangan kira suami-isteri yang diam selama beberapa hari berarti pasangan sejoli ini tidak berkomunikasi. Segala tindak Perilaku atau perbuatan (action) apa saja – termasuk pembunuhan, juga bentuk komunikasi.

Berita Terkait : Setelah Edhy Dan Juliari, Siapa Menyusul?

Oleh sebab itu, ketika seorang diplomat Kedutaan Jerman di Jakarta datang ke kantor FPI pada Kamis pekan lalu, tindakan sang diplomat juga manifestasi komunikasi. Pertanyaannya: Apa tujuan dia mendatangi, bertemu dan diskusi dengan pimpinan FPI di sana ?

Ingat, tujuan komunikasi bisa tersurat (manifest intention), bisa juga tersirat (hidden intention). Tujuan tersurat adalah tujuan komunikasi yang dikatakan komunikator secara terbuka. Namun, di balik yang tersurat, seseorang kerapkali memiliki tujuan lain yang enggak diungkap. Karena ada maksud/tujuan tertentu yang harus dirahasiakan, maka komunikator tidak mau mengungkapnya secara terbuka.

Berita Terkait : Luhut Telah Melakukan Obstruction Of Justice?

Secara tersurat, diplomat perempuan dari Kedutaan Jerman itu – menurut Juru bicara Kedutaan Jerman hari Minggu yang baru lalu – ingin mencari informasi dari pimpinan FPI tentang rencana aksi unjuk rasa yang hendak dilancarkan esok harinya, Jumat 18 Desember 2020. [Ia] berusaha mendapatkan gambaran tersendiri mengenai situasi keamanan yang bersangkutan karena demonstrasi juga dapat melintasi kawasan Kedutaan," demikian bunyi pernyataan Kedutaan Besar Jerman yang diterima DW (kantor berita Jerman) Indonesia, Minggu 20 Desember 2020. Pihak kedutaan mengaku menyesal atas kesan yang ditimbulkan terkait pemberitaan berita tersebut dan menegaskan tidak ada niatan politik apa pun di balik kunjungan (diplomat kami) tersebut. 
 Selanjutnya