Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
Sebelumnya
Duryudono tetap pada pendiriannya, bahwa kembalinya Hastina kepada Pandawa harus melalui perang yaitu perang Baratayuda. Pada awalnya perundingan berjalan lancar. Duryudono bersedia untuk mengembalikan separuh kerajaan kepada Pandawa.
Perundingan yang disaksikan oleh empat dewa menjadi faktor mulusnya diplomasi Kresna dan Duryudono. Ada empat dewa yang hadir sebagai saksi perundingan Kresna dan Duryudono.
Mereka adalah Narada, Bayu, Parasu, dan Janaka. Tetapi setelah para dewa kembali ke Khayangan, Duryudono berbuat curang tidak menghormati kesepakatan yang sudah disetujui sebelumnya.
Baca juga : Redupnya Pamor Harjuna Sasrabahu
Bahkan dengan tegas Duryudono membatalkan poin-poin perundingan. Keadaan menjadi kacau karena perundingan gagal. Setyaki ajudan Kresna diserang oleh Kurawa. Duryudono memerintahkan pasukannya untuk menangkap Kresna.
Dalam keadaan genting tersebut, Kresna “triwikrama” mengubah wujudnya menjadi raksasa sebesar gunung. Istana kerajaan Hastina hancur lebur. Wilayah Kurusetra menjadi kacau balau.
Semua orang lari tunggang langgang mencari selamat dari amukan raksasa. Melihat keadaan yang tidak menentu, Dewa Narada turun untuk menenangkan Kresna yang sudah berubah wujud.
Baca juga : Diplomasi Dewa Wisnu
Narada mengingatkan Kresna kalau sampai Hastina hancur, berarti perang Baratayuda gagal. Artinya perang untuk menuntut keadilan tidak terjadi. Akhirnya raksasa sebesar gunung berubah wujud kembali menjadi Prabu Kresna.
“Prabu Kresna marah dan berubah wujud menjadi raksasa karena merasa dicurangi Kurawa. Ini bentuk people power-nya Prabu Kresna, Mo,” celetuk Petruk.
Prabu Kresna pantas marah atas kelakuan Duryudono dan Kurawa. Tujuan people power sekarang sudah bergeser. Kalau dulu orang turun ke jalan untuk tuntutan demokrasi. Sekarang orang turun ke jalan untuk mencegah perang dan menuntut kesejahteraan.
Baca juga : Ampuhnya Aji Candrabirawa
Di era global warming, people power sangat efektif untuk mengingatkan dampak perubahan iklim yang diperkirakan lebih dahsyat dibandingkan bahaya perang dan kelaparan. Oye ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.