Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Jeferson menyusun lebih dari 100 perundang-undangan untuk Negara Bagian Virgina antara tahun 1776-1779. Di antara yang paling dibanggakannya ialah nomor 82: Rancangan undang-undang untuk membangun kebebasan beragama yang disebut Statuta Virginia untuk Kebebasan Beragama.
“Tidak ada penganut Pagan maupun Mohamedan (muslim) maupun Yahudi yang harus dikecualikan dari hak-hak sipil persemakmuran tersebab agamanya,” demikian kata komentator itu.
Jefferson juga pernh dikutip menyatakan: “Setelah kita mengusir intoleransi agama dari negeri kita yang di bawahnya manusia begitu lama berdarah-darah dan menderita, kita belum mendapatkan sedikit pun (toleransi beragama) jika kita menyetujui intoleransi politik yang sama-sama despotis, jahat, dan mampu dengan penganiayaan yang pahit dan berdarah-darah”.
Baca juga : Pengaruh Islam Dalam Piagam Deklarasi AS
Pernyataan Jefferson ini menggambarkan kedalaman pemahaman terhadap isi dan kandungan Al-Qur’an. Adalah wajar jika pada masanya pernah juga diterpa isu sebagai calon Presiden yang beragama Islam.
Banyak sekali penulis memberikan komentar tentang keakraban Thomas Jefferson terhadap Al-Qur’an. Di antaranya Denise A. Spellberg, seorang guru besar sejarah dan kajian Arab di University of Texas at Austin, Amerika Serikat, menulis dalam bukunya yang berjudul: Thomas Jefferson’s Qur’an: Islam and the Founders (2013).
Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul: Kontroversi al-Qur’an Thomas Jefferson, Penerbit Alvabet Jakarta, tahun 2014.
Buku ini menghubungkan pengaruh Islam yang digali dari Al-Qur’an di dalam kebijakan AS, mulai dari penyusunan naskah Deklarasi Kemerdekaan AS, sampai pada peraturan dan perundang-undangan lainnya.
Adalah tidak benar jika kita mengklaim AS sebagai sebuah negara yang sama sekali bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an.
Substansi ajaran Hak Asasi manusia dan toleransi beragama, dan kesetaraan jender yang ada di dunia barat, menurut Prof. Yvonne Yazbeck Haddad, seorang guru besar sejarah di Georgetown University, Washington DC, adalah merupakan kontribusi penting dari nilai ajaran Islam. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.