Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Trend Islam Di AS (12)
Dampak Kebijakan Jefferson Terhadap Islam Di AS
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ia menulis sebuah chapter tentang Letter on Toleration, yang menginspirasi Thomas Jefferson dalam merumuskan konsep regulasi tentang agama di AS.
Jefferson menulis bukan karena ia seorang penyembah berhala, seorang muslim atau Yahudi lantas ia akan dihilangkan hak-hak civil dan kesejahteraannya (neither Pagan nor Mahometan (Muslim) nor Jew ought to be excluded from the civil rights of the commonwealth because of his religion”).
Pernyataan Jefferson saat itu sangat menyentuh perasaan orang-orang Islam di AS. Bisa dibayangkan di negeri asalnya ia menderita dan menjadi budak tiba-tiba mendapatkan pengakuan luar biasa dari seorang pendiri AS.
Baca juga : Benarkah Jefferson Seorang Muslim?
Pengakuan akan hak asasi manusia, tanpa membedakan entnik dan agama sebagaimana tercermin dari rumusan kebijakan Presiden Thomas Jefferson, membuat sebagian orang menilai bahwa Jefferson memiliki hubungan khusus dengan Islam.
Ia sangat akrab dengan sejumlah duta besar dari negara-negara muslim. Ia juga menghargai tatakrama dan ketentuan-ketentuan standar seorang muslim, misalnya tidak makan babi, tidak minum alkohol.
Sampai acara dinner diundur agak malam karena tidak ingin sahabat-sahabat muslim yang diundangnya menonton saat orang lain makan, karena mereka masih belum bisa makan karena belum tiba waktu magrib.
Baca juga : Pengaruh Islam Dalam Piagam Deklarasi AS
Dinner diundur sampai setelah tanda magrib atau waktu buka puasa sudah tiba. Jefferson terlalu dini memperlakukan minoritas Islam sebagai manusia yang memiliki hak-hak khusus.
Tidak heran jika para diplomat AS di mana pun selalu memperhatikan kekhususan praktik keagamaan umat beragama.
Mungkin itulah sebabnya, AS yang selalu mengedepankan pengakuan dan penghargaan hak asasi manusia, sehingga tidak ada satu negara manapun yang membenci secara total kebijakan AS. Di mana ada kelemahan di situ juga selalu ada kelebihan.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.