Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Kemarin, sekitar pukul 09:30 saya dapat WA dari seorang teman berisi foto dengan caption: “In Loving Memory” 8 Juni 1932-21 September 2021, Prof. DR. J.E. Sahetapy S.H., M.A. Saya terkejut, sambil mencermati foto sosok Guru Besar dengan pakaian kebesaran Prof-nya.
Baca juga : 44 Napi Tewas, Menkumham Tidak Bisa Lepas Tangan
Saya jawab spontan: Saya merasa kehilangan! Waktu di forum ILC, saya dan Prof. Sahetapy selalu disandingkan berdua, selalu diberikan kesempatan berbicara terakhir oleh Host ILC, Karni Ilyas. Seolah dua sosok ini primadona acara itu: keduanya sama-sama keras.
Baca juga : Siapa Menikmati Subsidi Pupuk?
Ya, saya merasa kehilangan dan sedih atas kepergian Prof. Sahetapy. Di mata saya, beliau ilmuwan yang cerdas, berani menyuarakan sikap dan pandangannya, meski sampai menohok atau menyinggung orang lain, siapa pun dia. Prof. Sahetapy selalu bicara dengan konteks amat rendah, tanpa tedeng aling-aling. Di forum ILC, jika dia bicara, hening suasana ruangan, semua seakan mendengarkan sungguh-sungguh setiap kata yang terlontar dari mulutnya.
Baca juga : Tunda Dulu Ambisi Ekspor Beras (2/Selesai)
Suatu ketika, Prof. Sahetapy semprot seorang Guru Besar Hukum Pidana yang hadir di forum itu. Ia nilai pendapat “lawannya” itu ngawur. “Saudara jangan sombong, sok paling tahu ya! Jangan lupa, kalau bukan karena saya, saudara tidak bisa jadi Doktor! Masih ingat?!” berondong Sahetapy dengan suara keras. Guru Besar “lawannya” itu bungkam 100%, seluruh hadirin pun tidak berani menanggapi apa yang diteriakkan oleh Prof. Sahetapy.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.