Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terduga Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Ditangkap
NOEGROHO DJAJOESMAN ; Saya Dukung Polri Bebas Dari Intervensi Manapun
Kamis, 10 Januari 2019 10:39 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Markas Besar Polri menetapkan Bagus Bawana Putra sebagai tersangka pembuat konten (kreator) dan pendengung (buzzer) berita bohong atau hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Bagus adalah Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional (Kornas) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, komunitas relawan yang tak terdaftar di Badan Pemenangan Prabowo-Sandi. Dia ditangkap di Sragen, Jawa Tengah pada 7 Januari 2018.
Dirsiber Bareskrim Polri Brigjen Albertus Rachmad Wibowo menjelaskan modus operandi yang dilakukan Bagus saat membuat dan menyebarkan hoaks tersebut. Albertus mengungkapkan, setelah membuat reka¬man suara, Bagus menyebarkan rekaman tersebut ke WhatsApp Group (WAG) dan sejumlah platform media sosial. Setelah viral, dia lalu membuang HP dan kabur. “Tapi kami bisa mendeteksi suara yang beredar itu. Kita meyakini adalah suara dari tersangka berinisial BBP,” kata Albertus.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengapresiasi kerja cepat Polri menangkap tersangka. Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengatakan, dengan tertangkapnya tersangka pelaku, masyarakat akan paham bahwa isu tujuh kontainer surat suara itu benar-benar kabar bohong.
Baca juga : Ahmad Taufan Damanik : Sudah 4 Tahun Belum Ada Langkah Signifikan
Dengan ditangkapnya Bagus membuat masyarakat paham dan tak sembarangan dalam menyebarkan informasi. Hal ini merupakan pelajaran bagi pihak-pihak yang sengaja membuat konten bohong tentang pemilu. “Untuk memberikan efek jera kepada mereka yang suka membuat hoaks ini. Apalagi yang berkaitan dengan hoaks pemilu,” ujar dia.
Seperti diketahui kabar bohong terkait adanya tujuh kontainer surat suara tercob¬los di Pelabuhan Tanjung Priok ini sempat membuat gempar jagat politik jelang Pemilu 2019. Di dunia maya netizen dan para politikus saling tuding. Politikus Partai Demokrat Andi Arief bahkan dipolisikan dituduh terkait dalam kasus ini lantaran diduga turut menyebarkan kabar hoaks ini lewat akun twitternya. Komisioner KPU pun bahkan sempat turun langsung mengecek kebenaran kasus itu ke Tanjung Priok. Kecepatan kepolisian mengungkap kasus ini diacungi jempol oleh banyak kalangan, seraya berharap Polri tetap independen dalam menuntaskan perkaranya.
Bagaimana relawan Prabowo-Sandi menanggapi peristiwa ini, termasuk terkait dengan laporan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin terhadap politikus Partai Demokrat Andi Arif? Berikut ini pernyataan Noegroho Djajoesman; Pembina Gerakan Relawan Rakyat Adil dan Makmur Prabowo-Sandi dan Hasto Kristiyanto; Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf Amin
Baca juga : JOHNNY G PLATE : Kasusnya 20 Tahun Lalu, Jokowi Belum Jadi Walikota
Polri berhasil menangkap Bagus Bawana Putra yang diduga sebagai pembuat konten dan pendengung kabar hoaks tujuh kontainer surat suara tercoblos. Selain Bagus ada tiga tersangka lainnya. Sebagai salah seorang pembina organ relawan pendukung Prabowo-Sandi bagaimana Anda menanggapi itu?
Saya tidak mengenal Bagus dan ketiganya. Hanya mendengar, mereka masyarakat biasa saja yang mendapat informasi tujuh kontainer itu dari berbagai akun medsos.
Bagus Bawana Putra dikabarkan sebagai salah satu elite relawan Koalisi Relawan Nasional Prabowo-Sandi (Padi). Apa Anda mengenal dekat sosok Bagus itu?
Saya tidak kenal. Juga tidak tahu persis anggota dan struktural Kornas. Dengar-dengar sih, kelompok itu membantu tapi tidak signifikan terhadap Padi.
Baca juga : SANDRAYATI MONIAGA : Menghukum Itu Harus Sesuai Prinsip HAM
Sejauh ini, Anda setuju dengan langkah polisi mengusut kasus ini?
Sebagai institusi negara, tentu saya mendukung setiap langkah penegakan hukum oleh Polri. Hanya saya mengingatkan, hendaknya Polri mengedepankan prosedur penegakan hukum yang jujur dan adil. Tanpa pandang bulu serta terbebas dari segala intervensi pihak luar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya