Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Terduga Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos Ditangkap
NOEGROHO DJAJOESMAN ; Saya Dukung Polri Bebas Dari Intervensi Manapun
Kamis, 10 Januari 2019 10:39 WIB
Sebelumnya
Adil seperti apa?
Misalnya terkait Andi Arief. Sepengetahuan saya, cuitan awal dia sebatas memberitahukan dan meminta cek ricek informasi soal kontainer itu benar atau tidak. Ini kan mispersepsi. Justru yang harus diluruskan dan dicari, siapa dalang penyebar info hoaks itu di medsos.
Bela Andi Arief nih?
Oh bukan begitu. Saya hanya tidak ingin Polri dituding jelek oleh
masyarakat. Ibaratnya pemadam kebakaran, polisi baiknya langsung mencari asap dari rumah yang terbakar. Bukan mencari asap dari sampah yang dibakar orang.
Baca juga : Ahmad Taufan Damanik : Sudah 4 Tahun Belum Ada Langkah Signifikan
Maksud Anda, Polri terkesan ada main dalam kasus ini?
Saya tidak menuduh itu. Saya justru mengapresiasi adik-adik yang telah bekerja keras. Apalagi ini jelang pilpres, tentu makin banyak tugas dan tantangan polisi. Silakan masyarakat ikut membantu dan mengawasi.
Sejauh mana Anda kenal Andi Arief?
Oh, dulu ada cerita sejarah. Lalu dia besar dan tinggal di rumah saya. Sekarang mungkin jadi anak yang hilang hehehe. Dia anak yang baik, saya memahami profesinya saat ini sebagai politisi.
Baca juga : JOHNNY G PLATE : Kasusnya 20 Tahun Lalu, Jokowi Belum Jadi Walikota
Menurut Anda, kasus hoaks kontainer ini beneran atau rekayasa?
Saya tidak tahu. Jawabannya ada pada sejauh mana pengungkapan kasus ini sesuai fakta dan koridor hukum. Saya harap polisi tidak salah sasaran apalagi diintervensi pihak manapun. Saya tetap percaya, polisi itu profesional.
Bagaimana penilaian Anda tentang kinerja KPU dan Bawaslu?
Ada beberapa indikasi dimana kredibilitas mereka diragukan masyarakat. Mulai kisruh kotak kardus, DPT bermasalah, sosialisasi kepada orang gila,hingga paparan visi-misi capres-cawapres. Khusus Bawaslu, saya prihatin dengan kasus salam dua jari. Kalau mau adil, harusnya salam satu jari juga diusut.
Baca juga : SANDRAYATI MONIAGA : Menghukum Itu Harus Sesuai Prinsip HAM
Bukan hanya Luhut Panjaitan dan Sri Mulyani, beberapa pejabat pemerintah dan daerah kan juga terindikasi salam satu jari. Untuk mencegah konflik, kerawanan sosial, dan tudingan curang, KPU dan Bawaslu saya harap selalu netral. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya